INDUSTRY.co.id, Jepang - Berbagai tradisi yang dilakukan oleh penduduk di berbagai negara, mempunyai kepercayaan masing-masing. Seperti para penduduk di Jepang yang memakan Mochi tiap menjelang akhir tahun. Kue Mochi sendiri adalah simbol umur panjang yang diyakini oleh penduduk Jepang.
Namun, Kue Mochi kini tiap tahunnya membawa bahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Dikutip Industry.co.id, dari rocketnews24, Rabu (3/1/2018), bahwa Kue Mochi atau yang disebut Osechi (makanan Tahun Baru). Kue Mochi memiliki terkstur yang melar sehingga sulit untuk digigit. Terutama bagi lansia yang memakan kue tersebut.
Dengan teksturnya yang lembut dan melar, menyebabkan orang mencoba menelan mochi mereka dalam jumlah yang lebih besar. Dan, tiap tahunnya dikabarkan sejumlah orang tua di Jepang tersedak saat memakan Mochi tersebut.
Diketahui, tahun ini, Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan bahwa pada pukul 9 malam. Pada tanggal 1 Januari 2018, ada 15 warga Tokyo dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat, hal ini lantaran mereka memakan Mochi. Usia mereka berkisar antara 55 dan 90 tahun, dan dua pria, dilaporkan berusia 50 tahun dan yang berusia 80 tahun, tewas saat Kue Mochi tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan.
Di Jepang, perayaan Tahun Baru secara tradisional berlanjut sampai tanggal 3 Januari, yang berarti masih banyak osechi, dan dengan demikian lebih banyak mochi, untuk dimakan. Untuk itu, pemadam kebakaran menghimbau para penduduk khususnya para orang tua jika ingin memakan Mochi harus dipotong kecil dahulu sebelum memakannya dan menelannya dengan hati-hati.
Departemen ini juga meminta para wisatawan untuk memperhatikan para kerabat tua dan temannya untuk menghubungi bantuan atau paramedis jika mereka mengalami kesulitan menelan.