INDUSTRY.co.id - Jakarta, Terkait pengembangan bisnis, sejumlah BUMN tercatat telah melakukan sinergi lintas sektoral. Salah satu yang paling anyar dilakukan PT Pelindo I (Persero) dengan menggandeng sedikitnya 15 BUMN lain untuk pengembangan bisnis dan peningkatan pelayanan bidang maritim.

Advertisement

"Adanya kerja sama ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan BUMN lainnya dalam rangka pengembangan usaha," ujar Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, perseroan berencana membelanjakan dana sebesar Rp 18 triliun untuk periode 2015 hingga 2017 untuk pengerjaan sejumlah proyek diantaranya, pembangunan terminal peti kemas Belawan senilai Rp 6 triliun yang akan dikerjakan dalam dua tahap.

Advertisement

Kemudian, Pelindo I akan mengembangkan terminal multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan nilai investasi Rp 4 triliun.

"Perseroan juga akan kembangkan terminal peti kemas keperintisan serta modernisasi peralatan untuk bongkar muat petikemas di Aceh, Sibolga, dan Tanjung Pinang, kemudian Pelabuhan Kuala Enok dibangun untuk melayani langsung kegiatan ekspor minyak sawit dan batu bara ke India," tutur Bambang.

Advertisement

Diketahui, 16 BUMN dan swasta yang bekerjasama dengan perseroan untuk berbagai proyek yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP). Kemudian, kerjasama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan PT Djakarta Lloyd (Persero).

Kerjasama lainnya yang ditandatangani dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), Taspen (Persero), kerjasama dengan Supply Chain Financing (SCF) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Advertisement

Selanjutnya, kerjasama implementasi transaksi cashless dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk, kerjasama dukungan publikasi dan dokumentasi dengan PT Balai Pustaka (Persero), Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, dan Perum Produksi Film Negara, serta kerja sama pengelolaan rumah sakit dengan PT Pertamina Bina Medika.

Lain dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk yang fokus pada sinergi bisnis dalam mempercepat terwujudkan program sejuta rumah.

Tak hanya BUMN dan pihak swasta yang digandeng, bank yang dipimpin oleh Maryono tersebut juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah.

"Dalam mewujudkan Program Sejuta Rumah Bank BTN tidak bisa bekerja sendirian. Sebagai bank pembiayaan perumahan, kita ajak developer swasta ataupun developer BUMN, kita didik dan angkat developer pemula untuk percepat terpenuhinya kebutuhan itu," kata Maryono kepada redaksi Industry.co.id belum lama ini.

Menurut Maryono, ada tiga peluang besar yang bisa dimanfaatkan dari sinergi BUMN dan swasta ini yaitu Pertama, besarnya kebutuhan permintaan rumah rumah di Indonesia yakni mencapai 11,4 juta rumah.

"Kedua, adanya pembangunan infrastruktur, itu memberikan dorongan adanya kota-kota baru di sekitar sehingga kalau backlog 11,4 juta itu bisa nambah lagi," ujarnya.

Kemudian peluang ketiga, adanya suatu pertumbuhan demografi, dimana distribusi penduduk Indonesia diperkirakan nantinya 60 persen adalah usia produktif.