INDUSTRY.co.id - PT Pertamina (Persero) membutuhkan investasi setidaknya senilai Rp1.000 triliun hingga 10 tahun mendatang untuk meningkatkan aset dan menandingi perusahaan energi Malaysia, Petronas.

"Untuk meningkatkan investasi harus jalan dalam 10 tahun ke depan, paling tidak Rp1.000 triliun, itu bisa meningkatkan aset Pertamina 2,5 kali lipat dari yang sekarang untuk mengalahkan Petronas," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto pada penandatanganan MOU di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (4/1).

Dwi mengatakan meskipun dari segi laba Pertamina telah menandingi Petronas, prestasi itu hanya bersifat sementara karena aset Pertamina baru sepertiga dari Petronas.

Ia menjelaskan kinerja Pertamina pada 2016 terbilang memuaskan dengan laba mencapai sekitar Rp40 triliun atau tiga miliar dolar AS. Ini merupakan kali pertama Pertamina bisa mengalahkan Petronas dari sisi laba.

Pertamina juga mencatatkan pendapatan sekitar 40 miliar dolar AS meskipun ada penurunan berkaitan dengan harga minyak dunia yang merosot tajam.

Sebagai perbandingan, per akhir Juni 2016, Pertamina memperoleh laba sebesar 2,38 miliar dolar AS, sedangkan Petronas hanya bisa mencetak laba 1,6 miliar dolar AS.

Menurut Dwi, laba perusahaan dicapai dengan peningkatkan efisiensi selama dua tahun terakhir.

"Dalam dua tahun ini kita fokus meningkatkan efisiensi. Cukup baik tahun lalu efisien sekitar 800 juta USD setahun, tahun ini sampai November lalu, efisiensinya 2,8 (miliar USD) itu adalah breakthrough project," kata Dwi.

Ia menambahkan potensi mengalahkan Petronas dapat dicapai dengan sejumlah terobosan, seperti sinergi dengan PT PGN dan SKK Migas. (Ant/Hrb)