Sediakan Tenaga Listrik Yang Terjangkau, Kementerian ESDM Mengacu Pada Dua Prioritas Ini

Oleh : Ridwan | Jumat, 22 Desember 2017 - 11:25 WIB

Listrik Ilustrasi
Listrik Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengusahakan penyediaan tenaga listrik yang terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyampaikan, ada dua prioritas dalam pengembangan ketenagalistrikan di tahun 2017 ini.

Pertama, pengembangan ketenagalistrikan yang mengedepankan pemerataan kelistrikan untuk daerah-daerah yang gelap gulita sebagai perwujudan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat.

"Pemerintah menjamin pemerataan makin meluas, elektrifikasi rasio naik, tapi pada saat yang sama PLN tidak boleh menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan berusaha menurunkan nilai jual listrik agar terjangkau harganya," ujar Rida melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (22/12/2017).

Ia mencontohkan, di Papua yang baru saja diresmikan infrastruktur ketenagalistrikannya oleh Presiden Joko Widodo (20/12), bahkan untuk memasang listrik saja masyarakatnya masih perlu disubsidi.

"Belum lagi bayar bulanannya, tentunya makin mahal dan menjadi beban," kata Rida.

Yang menjadi tugas utama Pemerintah di daerah-daerah tersebut yakni meningkatkan kesejahteraannya, serta menurunkan harga listriknya.

"Disana masih banyak yang baru menikmati listrik, bahkan sudah sangat senang menerima sebuah bola lampu (LTSHE), kita harus memprioritaskan pemerataan dahulu agar berkeadilan," tegasnya.

Yang kedua, lanjut Rida, mengutamakan daya saing masyarakat. Dengan harga listrik yang murah ini ekonomi rakyat akan berkembang dan akan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia.

"Bapak Presiden juga minta agar daya saing juga naik, artinya produk-produk kita juga naik," lanjutnya.

Dua hal inilah yang diprioritaskan dalam pengembangan ketenagalistrikan nasional tahun ini. Namun, hal tersebut dipastikan Rida tidak akan mengurangi komitmen dalam mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23 persen pada tahun 2025.

"Kita upayakan maksimum, Bapak Menteri ESDM sangat pro EBT dan berkomitmen dengan Paris Agreement, untuk berkontribusi kepada dunia dalam aksi mitigasi perubahan iklim," katanya.

Rida kembali menegaskan bahwa energi listrik tidak hanya tanggungjawab Kementerian ESDM tapi juga Kementerian atau Lembaga terkait lainnya.

Dalam keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) sendiri ada 8 (delapan Kementerian atau Lembaga) yang terlibat dalam meningkatkan eletrifikasi, dan juga satu lagi Pemda sebagai instansi vertikal Pemerintah di daerah yang merupakan kunci akhir kesuksesan pemerataan energi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Yonbekpal 1 Mar Meriahkan Pameeran Alutista TNI AL

Senin, 09 Desember 2019 - 03:30 WIB

Yonbekpal 1 Mar Meriahkan Pameeran Alutista TNI AL

Dalam rangka memperingati Hari Armada RI Tahun 2019 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Batalyon Perbekalan dan Peralatan 1 Marinir (Yonbekpal 1 Mar) turut memeriahkan Pameran…

Satgas Yonif 411 Kostrad dan KKP Merauke Lakukan Fogging di Kampung Sota Perbatasan RI-PNG

Senin, 09 Desember 2019 - 03:00 WIB

Satgas Yonif 411 Kostrad dan KKP Merauke Lakukan Fogging di Kampung Sota Perbatasan RI-PNG

Untuk menghindari dan mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menyebabkan Malaria, anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto

Senin, 09 Desember 2019 - 03:00 WIB

Panglima TNI Ikuti Jalan Sehat Keluarga Indonesia 2019

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengikuti kegiatan Jalan Sehat Keluarga Indonesia 2019 di Plaza Parkir…

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Senin, 09 Desember 2019 - 02:30 WIB

Lagu My Way dari Bamsoet ke Pendukungnya

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang sempat maju menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 menegaskan tidak ada perjuangan yang sia-sia dalam sebuah kompetisi. Walaupun pada…

Rudyhandjaja Elawitachya, Chairman Fanuc Indonesia, menyebut serapan robot di Indonesia mulai meningkat

Minggu, 08 Desember 2019 - 23:29 WIB

Industri Indonesia Mulai Transisi ke Era Robotik

Jakarta-Robotik merupakan kunci memasuki era Revolusi Industri 4.0. Mengikuti kemajuan teknologi, tenaga robotik menjadi pilihan pengusaha untuk mengejar efisiensi dan meningkatkan daya saing…