INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan jumlah kemiskinan di Ibukota. Angka kenaikan ini justru berbanding terbalik dengan daerah yang justru mengalami penurunan angka kemiskinan.
"Jumlah penduduk miskin di perkotaan naik sebanyak 150.000 orang. Sementara daerah pedesaan turun sebanyak 390.000 orang," kata kepala BPS, Kecuk Suhariyanto seperti dikutip bps.go.id, Selasa (3/1/2017).
Ia menambahkan, dalam mengukur jumlah penduduk miskin tersebut BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar, di mana kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi memenuhi kebutuhan dasarnya yakni bahan makanan yang setara 2100 kalori.
Sementara garis kemiskinan bukan makanan diukur dari pengeluaran perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan non pangan lainnya.
Selain itu, BPS juga mencatat, kesenjangan angka kemiskinan antara desa dan kota yang masih tinggi. Pada September 2016, jumlah penduduk miskin di kota mencapai 13,96%, sementara kemiskinan di desa 7,73%.
Meski demikian, angka kemiskinan secara nasional dari Januar hingga September 2016 mengalami penurunan. Pada Maret 2016 penduduk yang masuk kategori miskin sebesar 10,86%, namun pada September 2016 turun menjadi 10,7%.
Jika dijadikan angka maka jumlah orang miskin yang sudah tertolong secara finansial sebesar 250 ribu orang periode Maret hingga September 2016. (Hry)