INDUSTRY.co.id - Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan laju inflasi sepanjang 2018 akan mencapai 3,25 persen, lebih rendah dibandingkan target pemerintah 3,5 persen.
Ekonom INDEF Eko Listiyanto di Jakarta, Rabu (29/11/2017) , mengatakan, tahun depan inflasi diproyeksi masih relatif rendah karena tidak terdapat tekanan domestik yang berarti, dan daya beli masyarakat juga diperkirakan masih lemah.
"Untuk inflasi, kami lebih optimis dibandingkan pemerintah. Tapi ini bukan karena pemerintah mampu menjaga stabilitas harga, tapi daya beli turun," kata Eko saat menjadi pembicara dalam seminar nasional "Stabilitas Tanpa Akselerasi" di Jakarta.
Meskipun inflasi akan cenderung rendah, lanjut Eko, harga-harga kebutuhan pokok pada momen-momen musiman seperti Lebaran masih mungkin akan meningkat.
Selain itu, seiring peningkatan harga minyak dunia, ancaman peningkatan inflasi juga dapat muncul melalui harga barang-barang yang diatur oleh pemerintah seperti BBM, tarif listrik, dan tarif jalan tol.
"Tahun ini, kalau tidak ada kenaikan tarif listrik, inflasi bisa lebih rendah. Ini gambaran bahwa menjaga 'administered prices' sangat penting tahun depan," kata Eko.
Menurut Eko, pengendalian harga-harga kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) penting mengingat sebagian besar persoalan inflasi bersumber dari sisi penawaran. Upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pangan dan makanan menjadi sangat menentukan realisasi inflasi 2018.
Selain itu, perbaikan jalur distribusi dan upaya memberantas penimbunan barang akan membantu mengelola iinflasi. Pemerintah juga diharapkan tidak melakukan kebijakan penaikan harga-harga komoditas yang diatur (administered prices) guna menjaga daya beli masyarakat.
Inflasi memang menajadi indikator penting, apalagi bagi Indonesia yang memiliki struktur pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Bagi sektor keuangan, inflasi menjadi variabel penentu suku bunga kredit, yang pada gilirannya memengaruhi biaya dana. Inflasi juga menjadi pertimbangan investor dalam merealisasikan investasinya (Ant)