INDUSTRY.co.id - TANGERANG – iCAR Indonesia resmi memperkenalkan iCAR V27 dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sebagai model kedua yang dipasarkan di Indonesia, iCAR V27 memperkuat langkah iCAR sebagai merek New Energy Vehicle (NEV) di bawah naungan Chery Group sekaligus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi melalui teknologi Golden Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Mengusung filosofi "Classic Never Fades", iCAR V27 memadukan desain SUV boxy bergaya klasik dengan teknologi kendaraan energi baru. Konsep tersebut diwujudkan melalui perpaduan karakter SUV klasik yang ikonik dengan inovasi elektrifikasi modern, sehingga desain tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.
Country Director iCAR Indonesia Marshall Ma mengatakan, perusahaan tidak hanya berfokus pada elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Di iCAR, kami percaya bahwa masa depan mobilitas tidak hanya tentang elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Setelah memperkenalkan iCAR V23 sebagai Battery Electric Vehicle (BEV), hari ini kami melangkah lebih jauh dengan menghadirkan iCAR V27 yang dibekali teknologi Golden REEV. Kehadiran V27 memperkuat komitmen kami sebagai brand kendaraan dengan energi terbarukan yang menawarkan pilihan teknologi elektrifikasi yang semakin lengkap bagi konsumen Indonesia," ujar Marshall Ma.
Sebagai SUV boxy berukuran lebih dari lima meter, iCAR V27 memiliki dimensi panjang 5.045 mm, lebar 1.976 mm, tinggi 1.894 mm, dengan wheelbase 2.900 mm. Tampilannya mengusung siluet tegas khas SUV klasik yang dipadukan dengan velg dual-tone 21 inci, lampu bergaya heritage, roof rail struktural, serta ban cadangan full-size di bagian belakang untuk memperkuat karakter petualangnya.
Di balik desainnya, iCAR V27 dibekali Golden REEV Technology yang menggabungkan performa kendaraan listrik dengan kemampuan menjelajah jarak jauh. Teknologi tersebut menawarkan jarak tempuh listrik hingga sekitar 200 kilometer dan total jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer berkat mesin 1.5T Turbo Range Extender yang memiliki efisiensi termal mencapai 45,79%. Dengan sistem ini, pengguna dapat menikmati pengalaman berkendara listrik untuk penggunaan harian sekaligus tetap nyaman melakukan perjalanan jauh tanpa khawatir terhadap keterbatasan daya jelajah.
Dari sisi performa, V27 mengandalkan sistem Three-Motor True Electric AWD yang terdiri dari motor generator P1, motor depan P3, dan motor belakang P4. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 335 kW (455 PS) dan torsi 505 Nm, sehingga mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 5,9 detik. Kendaraan ini juga dilengkapi lebih dari sembilan mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Individual, All-Terrain, Slippery, Mud, Loose hingga Uneven untuk memberikan performa optimal di berbagai kondisi jalan.
iCAR menilai peluncuran V27 bukan sekadar menghadirkan model baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, perusahaan berkomitmen menghadirkan inovasi yang menggabungkan desain, teknologi, dan pengalaman berkendara sesuai kebutuhan konsumen.
"Indonesia merupakan salah satu pasar prioritas bagi iCAR secara global. Kami melihat potensi yang sangat besar untuk pertumbuhan kendaraan energi baru di sini. Oleh karena itu, kami akan terus menghadirkan produk-produk inovatif yang tidak hanya menawarkan teknologi terkini, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan, lebih fleksibel, dan lebih percaya diri bagi konsumen Indonesia," tutup Marshall.
Melalui peluncuran iCAR V27 di GIIAS 2026, iCAR mempertegas posisinya sebagai merek New Energy Vehicle yang terus memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi. Setelah menghadirkan iCAR V23 sebagai Battery Electric Vehicle (BEV), kini iCAR melengkapi lini produknya dengan iCAR V27 berteknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia saat ini maupun di masa mendatang.