INDUSTRY.co.id - Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, menyatakan kebutuhan minyak nabati dan hewani dunia tahun ini diperkirakan mencapai 200 juta ton.

Advertisement

"Berdasarkan tren lima tahun terakhir, kebutuhan naik 3% setiap tahunnya. Sekitar 80% dari total kebutuhan tersebut merupakan minyak nabati dengan 70 juta ton di antaranya berupa Crude Palm Oil (CPO). Kalau merata naik 3% setiap tahun, berarti kebutuhan CPO dunia tumbuh setidaknya 2,1 juta ton per tahun," katanya kepada Imq di Jakarta, Jumat (30/12).

Tambahan luas lahan kebun kelapa sawit, menurut Sahat, masih dibutuhkan dengan terobosan teknologi untuk memacu produktivitas setiap 1 hektare (ha) kebun kelapa sawit.

Advertisement

"Kalau kebutuhan dunia naik 2,1 juta ton CPO setiap tahun dibagi 4 ton per ha, itu kebutuhan lahannya. Tapi lahan terbatas, karena itu persoalan produktivitas harus diatasi dan teknologi menaikkan produktivitas tanaman harus dikembangkan," papar Sahat.

Kebutuhan minyak nabati dan hewani dunia pada tahun ini diperkirakan mencapai 200 juta ton atau naik 3% dari 2015. Sebanyak 70 juta ton dari total kebutuhan tersebut berupa minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Advertisement

Indonesia sendiri diprediksi memproduksi sekitar 30,5 juta ton CPO hingga akhir tahun ini dan realisasi ekspor sepanjang Januari hingga September 2016 mencapai 18 juta ton.  (Hrb)

 

Advertisement