INDUSTRY.co.id - Bekasi - Presiden Joko Widodo mengatakan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia di posisi 72 sudah lebih baik dibanding sebelumnya, namun ia tidak mau RI hanya di peringkat tersebut.
"Kita lebih baik, tetapi saya tetap ngomong ke Menko Perekonomian saya gak mau hanya 72, targetnya paling tidak 50, tahun depan lagi baru masuk ke target yang telah saya sampaikan 40," kata Jokowi di sela peninjauan tambak udang di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017)
Presiden Jokowi menyebutkan pemerintah akan terus memperbaiki dan membenahi peringkat kemudahan berusaha di Tanah Air.
"Dulu 120, masuk ke 106, masuk lagi ke 91, masuk lagi sekarang ke 72, artinya kita sudah lebih baik," tuturnya.
Bahkan ia menyebutkan sekarang ini peringkat Indonesia sudah lebih baik dari China, India dan Brazil.
"Dengan yang gede-gede kita bisa lebih baik, tetapi saya tetap ngomong ke menko saya gak mau hanya 72," tegas Jokowi.
Menurut dia, untuk terus memperbaiki peringkat itu, harus ada pembenahan dan reformasi total dari urusan perizinan, urusan listrik, urusan properti, dan semua urusan harus semakin baik sehingga dunia usaha usaha baik kecil mikro maupun usaha gede semuanya dimudahkan.
"Kalau mereka ingin membuka usaha, ingin memperluas usaha harus dipermudah karena dari situlah nanti ada rekrutmen tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja baru," ujar Jokowi.
Indonesia berada pada peringkat ke 72 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha seperti dilansir Bank Dunia dalam laporan terbaru yang berjudul "Doing Business 2018: Reforming to Create Jobs".
Sebagai perbandingan, perkembangan peringkat negara-negara lain di ASEAN dalam dua tahun terakhir antara lain: Vietnam naik 23 peringkat dan Thailand naik 20 peringkat. Adapun Malaysia turun dua peringkat dan Filipina turun 14 peringkat.