INDUSTRY.co.id, Jakarta - Penutupan sejumlah toko ritel seperti Sevel, Lotus, hingga Debenhams rupanya bukan yang terakhir melanda dunia ritel. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, akan ada beberapa toko retail yang tutup.

Advertisement

“Beberapa teman-teman sudah konfirmasi ke saya, mereka akan tutup atau mengurangi pertumbuhannya,” kata Tutum, akhir pekan lalu.

Tutum mengatakan para pelaku usaha akan melakukan efisiensi apabila tren retail konvensional mulai terlihat meredup. Menurut Tutum, bentuk efisiensi tersebut salah satunya berupa penutupan toko, di samping juga pemotongan pengeluaran perusahaan.

Advertisement

Tutum mengatakan penutupan toko konvensional tersebut tidak semata-mata disebabkan munculnya e-commerce. Tutum mengatakan perubahan perilaku konsumen yang menyebabkan pendapatan toko konvensional menurun.

Dekan dan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, mengatakan ada perubahan preferensi masyarakat menengah dalam berbelanja. Menurut Ari, masyarakat sekarang lebih tertarik membeli pengalaman rekreasi seperti liburan ketimbang barang.

Advertisement

Dengan kecenderungan tersebut, masyarakat lebih banyak menabung untuk keperluan liburan. Akibatnya pengeluaran mereka terhadap barang menjadi tertahan.

“Jadi saat ingin jalan-jalan, mereka nabung dan berhemat. Sebagai akibatnya pengeluaran mereka direm dahulu,” kata Ari

Advertisement