INDUSTRY.co.id, Jakarta- Gugurnya ritel raksasa di Indonesia membuktikan pelaku ritel konvensional di Indonesia saat ini tidak siap menghadapi perubahan teknologi yang demikian cepat ini.

Advertisement

Keahlian digital memang mutlak dimiliki untuk saat ini" kata Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro saat diskusi polemik SindoTriJaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/10).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahanta menilai, matinya perlahan bisnis ritel diakibtkan karena belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah.

Advertisement

"Bisnis online di Indonesia jaman sekarang itu borderless, belum ada peraturan" kata Tutum.

Menurut Asprindo pergeseran ini bergerak semakin cepat, namun ia melihat tidak diiringi dengan antisipasi guna membendung hal ini.

Advertisement

"Sebetulnya hal ini tidak perlu ditakuti, jika regulasinya jelas" pungkasnya

Sebagai informasi, usai Matahari Departement Store yang menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M pada September lalu. Kini PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) selaku pemilik Lotus Departement Store berencana menutup tiga gerainya pada akhir bulan ini. Tiga gerai tersebut berlokasi di daerah Thamrin Jakarta Pusat, Bekasi dan dan Cibubur.

Advertisement