INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri mebel dan kerajinan merupakan industri padat karya dan berbasis komoditas unggulan lokal. Karya dari tangan-tangan terampil ini sangat disukai oleh para end user dari seluruh dunia seprti, amerika Serikat, Jepang, Inggris, belanda, Jerman, Perancis dan lainnya.
Wakil Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan, beberapa negara tersebut mrnyukai produk mebel dan kerajinan Indonesia karena memiliki ciri khas yang sangat menonjol, yaitu terdapat perpaduan antara bahan ramah lingkungan, keanekaragaman budaya serta inovasi desain yang realtif maju sehingga tercipta produk yang kreatif, inovatif, berkualitas dan standar internasional.
"Bahkan produk mebel berbahan baku rotan pernah menjadi produk mewah dan icon di kawasan Eropa," ujar Abdul Sobur kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (28/9/2017).
Menurutnya, industri ini merupakan industri yang hampir sempurna karena didukung dengan melimpahnya ketersediaan bahan baku, SDM terampil dalam jumlah besar, dan adanya sentra-sentra produksi mebel dan kerajinan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dengan demikian, adanya target untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor produk mebel dan kerajinan mencapai US$ 5 miliar dalam empat tahun kedepan seharusnya bia dicapai," terangnya.
Adanya dukungan penuh dari pemerintah terhadap pengembangan industri mebel dan kerajinan nasional agar memiliki daya saing yang tinggi di era perdagangan bebas dunia saat ini membuat kalangan industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam HIMKI semakin optimis dengan masa emas pertumbuhan industri mebel dan kerajinan nasional dalam empat tahun kedepan dapat tumbuh US$ 5 miliar.
"Diharapkan dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dapat menumbuhkan kembali ekspor mebel nasional," ucap Sobur.
Lebih lanjut, Sobur menjelaskan, HIMKI mengoreksi target eskpor mebel tahun 2017 hanya US$ 2 miliar dari US$ 2,4 miliar, karena fakta di lapangan tidak sesuai harapan. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa industri mebel dan kerajinan Indonesia belum tangguh. Hak ini bisa dilihat dari data BPS yang menunjukkan bahwa ekspor mebel Indonesia tahun 2016 hanya mencapai US$ 1,6 miliar. Sedangkan ekspor mebel dari Januari-Juni 2017 baru mencapai US$ 870 juta.
HIMKI berharap, dalam enam bulan kedepan pertumbuhan industri ini bisa seperti yang diharapkan. "Apalagi, dari total ekspor mebel dunia tahun 2016 mencapai US$ 145 miliar dari tahun sebelumnya sebesar US$ 141 miliar, terjadi pertumbuhan ekspor yang sangat signifikan," tandasnya.