INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga timah ekspor yang diperdagangkan Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX pada penutupan perdagangan Selasa (26/9/2017), pukul 16.00 WIB, menguat 200 poin menjadi US$ 20.850 per ton untuk varian TINPB200.
Dikutip dari keterangan media ICDX, pada penutupan perdagangan sebelumnya (Senin, 25/9/2017), TINPB200 berada di level US$ 20.650 per ton. Sedangkan volume transaksi para pelaku pada varian TINPB200 mencapai sebanyak 19 lot.
Sementara itu, varian TINPB050 juga mengalami kenaikan harga sebesar 150 poin menjadi US$ 20.900 per lot dengan volume transaksi sebanyak 4 lot. Sebelumnya, timah ekspor dengan kadar timbal 50 ppm, ini, dipatok pada posisi US$ 20.750 per ton.
Di sisi lain, pelaku pasar ICDX juga bertransaksi timah dengan varian TINPB300 Bulletin dengan volume transaksi sebanyak 2 lot. Harga timah yang disepakati yakni US$ 20.850 per ton.
Sekedar catatan, TINPB300 Bulletin adalah varian transaksi komoditi timah di ICDX yang dilakukan secara bilateral antara seller dengan buyer, namun didaftarkan pada platform yang disediakan ICDX.
Dibanding dengan hari Senin (25/9/2017), perdagangan timah ekspor pada Selasa (26/9/2017) terjadi penurunan volume transaksi sebanyak 237 lot. Namun secara keseluruhan harga timah ICDX mengalami kenaikan sekitar 0,97 %.
Tampaknya, ketegangan politik di semenanjung Korea Utara dan pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump, menjadi sentiment negatif menguatnya harga timah di ICDX.