INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah Amerika Serikat, Australia dan Swedia memuji langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Rakhine State, Myanmar.
"Sebagai negara sahabat dan bertetangga, Indonesia tentunya tidak dapat tinggal diam melihat situasi yang terjadi di Rakhine State, Myanmar," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Redaksi di Jakarta, Selasa (19/9/2017)
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI pada acara "Working lunch on the situation in Rakhine State" yang diadakan oleh Menlu Inggris, Boris Johnson di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9).
Dalam pertemuan itu, Penasihat Keamanan Nasional Myanmar menyampaikan pengarahan mengenai perkembangan terakhir di Rakhine State. Pemerintah Myanmar telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Rakhine State.
Satgas tersebut melibatkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan beberapa negara lain, termasuk negara anggota ASEAN.
Pada kesempatan tersebut, Menlu RI menjelaskan langkah-langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia ke Bangladesh dan Myanmar. Menlu Retno Marsudi telah bertemu dengan para pemangku kepentingan di kedua negara tersebut.