INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di posisi 5.872 pada sesi pertama perdagangan Selasa (12/09/2017), atau relatif mendatar dibandingkan dengan penutupan pada satu hari sebelumnya di level 5.871.
Sepanjang sesi pertama perdagangan tersebut, IHSG bergerak di kisaran 5.869-5.884. Sebanyak 130 saham mengalami kenaikan harga, 345 saham turun, 124 saham stagnan dan 174 saham tidak ditransaksikan sama sekali.
Total nilai transaksi pada sesi pertama perdagangan hari ini tercatat Rp3,04 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,77 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi penjualan saham bersih (net selling) senilai Rp217 miliar, tetapi volume pembelian bersih (net buying volume) mereka tercatat sebanyak 58 juta unit saham.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, sebanyak lima dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor konsumer mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,46% atau 11,42 poin ke posisi 2.520. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing naik 0,26% dan 0,23%. Sementara itu, indeks sektor properti mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,26% atau 6,04 poin ke posisi 503.
Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya naik 2,7% atau Rp45 menjadi Rp1.730 per unit, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya meningkat 2,5% atau Rp50 menjadi Rp2.040 per unit dan saham PT Bank Jawa Barat-Banten Tbk (BJBR) yang harganya terangkat 2,4% atau Rp60 menjadi Rp2.560 per unit.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harganya susut 9,2% atau Rp195 menjadi Rp1.935 per unit, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya tergerus 4% atau Rp10 menjadi Rp240 per unit dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya turun 3,1% atau Rp225 menjadi Rp6.975 per unit. (Abraham Sihombing)