INDUSTRY.co.id, Lampung Selatan-Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di daerah.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub bertajuk “AI for Business Development” yang diselenggarakan di BNI Creative Hub, Bakauheni Harbour City, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (30/10).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan AI sebagai salah satu instrumen pendukung pengembangan bisnis, khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan layanan pelanggan, serta memperluas peluang pemasaran. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, Kementrian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Cekat.AI, platform bisnis berbasis AI yang menghubungkan chat, marketing, data, dan proses bisnis dalam satu sistem untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong pertumbuhan bisnis. Yang dirancang untuk mempermudah operasional bisnis dalam sebuah ekosistem bisnis dari hulu ke hilir.
Dalam sesi pelatihan, Ridwan Albakri selaku Business Development Manager Cekat.AI memperkenalkan sejumlah solusi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Salah satunya adalah AI Agent yang dapat membantu merespons pertanyaan pelanggan secara otomatis berdasarkan informasi bisnis yang telah diberikan, seperti katalog produk, daftar harga, dan informasi layanan. Fitur ini dapat diintegrasikan dengan berbagai kanal komunikasi, termasuk WhatsApp dan Instagram, sehingga pelaku usaha dapat mengelola percakapan pelanggan melalui satu platform.
Selain itu, Cekat.AI juga menyediakan beberapa fitur seperti: (1) Cekat CRM: untuk menyimpan data pelanggan, mengelola leads, dan memantau proses penjualan dalam satu sistem; (2) Cekat Marketing: untuk menghubungkan performa iklan dengan aktivitas pelanggan dan hasil konversi untuk efektifitas marketing; (3) Cekat Campaign: untuk menjalankan komunikasi dan follow-up yang lebih relevan berdasarkan data serta aktivitas pelanggan; (4) Cekat Order: sebagai sebagai tools otomatisasi pengelolaan pesanan pelanggan, transaksi, dan riwayat pembelian dalam satu sistem; (5) Cekat Automation: untuk mengotomatisasikan pekerjaan dan proses bisnis berdasarkan kondisi atau aturan yang sudah ditentukan.
Berbagai fitur tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha, sehingga pelaku UMKM dapat mulai memanfaatkan teknologi sesuai dengan prioritas bisnisnya.Pemanfaatan solusi tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas usaha. Pelaku usaha kuliner, misalnya, dapat memanfaatkan AI untuk membantu menjawab pertanyaan terkait menu, harga, dan pemesanan. Sementara itu, pelaku usaha fesyen dan kriya dapat mengoptimalkan layanan pelanggan serta tindak lanjut penjualan. Dengan dukungan teknologi tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang dan memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada pengembangan produk serta bisnis.
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi perlu semakin dekat dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif, termasuk UMKM di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengenal dan memahami bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan secara praktis dalam mengembangkan bisnis mereka. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi dan solusi teknologi yang dikembangkan oleh startup dalam negeri kepada masyarakat luas. Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang mulai mengadopsi inovasi karya anak bangsa sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing bisnis,” ujar Dandy.
Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang merupakan pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Para peserta berasal dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, meliputi kuliner, kriya, desain produk, aplikasi, fesyen, pengembangan gim, dan fotografi. Perwakilan pemerintah daerah yang hadir, yaitu Sapta Ningsih yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lampung Selatan serta Syarifuddin selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, turut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Lampung Selatan semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi AI dan mampu mengidentifikasi solusi yang sesuai dengan kebutuhan usahanya. Ke depan, Aktivasi Creative Hub diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra teknologi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.