INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Penjualan neto konsolidasi Perseroan tumbuh sebesar 15% menjadi Rp64,45 triliun dari Rp56,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha tumbuh 7% menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun, meskipun marjin laba usaha turun menjadi 21,2% dari 22,6% di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan dan logistik.
Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan naik 5% menjadi Rp8,04 triliun dari Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya hasil operasional.
Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, mengatakan: “Di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan di tahun 2026. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin.”
ICBP merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek yang terkemuka, dengan kegiatan usaha mencakup mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman, ditambah usaha kemasan fleksibel dan karton. Perseroan memiliki lebih dari 30 merek terkemuka, termasuk Indomie yang telah menjadi merek internasional dengan kepemimpinan pasar yang kuat.
Operasional ICBP didukung lebih dari 60 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah utama di Indonesia, serta lebih dari 20 fasilitas produksi mi instan di Malaysia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Tenggara yang menempatkan ICBP sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Produk Perseroan juga diekspor dan hadir di lebih dari 100 negara.