INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,15 triliun hingga Triwulan III 2026, tumbuh 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan total aset Rp 1,75 triliun, EBITDA Rp 195,51 miliar, dan laba bersih Rp 94,13 miliar dengan Return on Asset (ROA) 5,38 persen dan Return on Equity (ROE) 6,96 persen.
Dari sisi kontribusi segmen pendapatan, Pelabuhan Umum menjadi penopang terbesar dengan Rp 500,06 miliar, disusul Terminal Khusus Rp 380,85 miliar, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Rp 230,57 miliar, serta Jasa Pengangkutan dan lainnya Rp 40,38 miliar.
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk Dwi Rahmad Toto mengatakan, ke depan IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan.
"Ke depan, IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan, yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif," ujar Dwi.
"Kami meyakini langkah tersebut akan memperkuat daya saing perseroan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," lanjutnya.
Untuk menjaga profitabilitas di tengah tantangan, IPCM mendorong inisiatif efisiensi energi melalui Inverter/Hybrid Technology, Solar Panel, Harbour Generator, dan Shore Connection. Langkah tersebut memanfaatkan energi terbarukan dan pasokan listrik yang lebih efisien untuk mengurangi penggunaan bahan bakar kapal.
Langkah ke depan yang disiapkan meliputi peningkatan produktivitas armada, efektivitas pola operasional dan optimalisasi wilayah, pengembangan pasar, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Pelindo Group.
Perseroan tetap menerapkan prinsip safety, keandalan layanan, pemenuhan aspek kepatuhan dan Good Corporate Governance (GCG), serta keberlanjutan.
"IPCM terus mendorong optimalisasi utilisasi armada, efisiensi operasional, serta pengembangan pasar untuk memperkuat kinerja dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tutup Dwi.