INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), kembali menegaskan komitmen menyiapkan generasi muda Indonesia dengan keterampilan relevan industri melalui penyelesaian program BUMA School tahun ajaran 2025/2026.
Menandai berakhirnya program tahun ini, BUMA menggelar penutupan yang diikuti langsung 10 kepala sekolah dan 10 guru penanggung jawab BUMA School dari sekolah mitra, diisi workshop dan pembekalan soft skills bertema Continuous Improvement.
BUMA School dirancang tidak hanya membangun kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan kerja menyeluruh. Mulai seleksi, pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), pemanfaatan Learning Management System (LMS), praktik kerja industri (PRAKERIN), hingga sertifikasi kompetensi.
Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Seluruh peserta menyelesaikan program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, 170 siswa juga memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain itu, 20 siswa menjalani PRAKERIN di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.
Direktur Utama BUMA Dian Sofia Andyasuri mengatakan BUMA School merupakan bagian komitmen jangka panjang BUMA menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.
"Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan, kami memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta pemahaman terhadap standar kerja profesional. Melalui BUMA School, kami ingin membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut lebih dekat kepada siswa sejak masih di bangku SMK," ujar Dian.
Dalam pelaksanaannya, BUMA bertindak sebagai pemilik program, sementara PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha dan social arm BUMA International Group, berperan sebagai implementor program.
Sejak pertama dijalankan 2018, BUMA School telah menjangkau 2.236 siswa, melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru, serta berkolaborasi dengan 16 SMK di 7 provinsi. Lebih dari 400 alumni BUMA School telah terserap di BUMA maupun perusahaan lainnya.
Oktavian Dwi S, alumni BUMA School yang kini bekerja sebagai mekanik di BUMA, mengungkapkan program menjadi bekal penting.
"Mengikuti BUMA School menjadi bekal penting dalam perjalanan karier saya. Program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri saya untuk memasuki dunia kerja melalui pembelajaran langsung dari para praktisi industri," ungkapnya.
Kepala Jurusan Prodi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap Mardin Umar menilai program membantu hadirkan pembelajaran dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
"BUMA School memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi," ujar Mardin.
Pada tahun ini, BUMA kembali melanjutkan program melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat SMK, yaitu SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong untuk tahun ajaran 2026/2027.
"Kami ingin BUMA School terus tumbuh dan memberikan dampak yang semakin luas, sehingga semakin banyak anak muda Indonesia yang tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk membangun karier mereka," tutup Dian.