INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Stabilitas harga bungkil kedelai (soybean meal/SBM) menjadi kunci menjaga biaya pakan dan keberlanjutan usaha peternak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong optimalisasi peran BUMN melalui ID FOOD dan Berdikari, termasuk kesiapan pengalihan kuota impor SBM, agar pasokan terjamin dan harga lebih terjangkau.

Langkah tersebut diharapkan membuat peternak lebih efisien, meningkatkan keuntungan, serta memperkuat produksi protein hewani nasional.

Mentan menyebut harga SBM di pasaran kerap fluktuatif di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram.

"Terkait bungkil kedelai (SBM), harganya sering fluktuatif, kadang Rp 10.000, Rp 12.000 (per kg), naik-turun. Kami sudah menugaskan ID Food Berdikari," ujar Amran.

Berkat penugasan tersebut, harga dari BUMN lebih kompetitif. "Berkat penugasan ini, harga SBM dari ID Food-Berdikari bisa di angka Rp 8.630 per kg hari ini, sementara di swasta harganya masih di atas Rp 10.000 (per kg)," katanya.

Amran menegaskan kehadiran pemerintah untuk memastikan usaha peternak tetap berjalan.

"Kita harus menolong peternak agar pakannya stabil, harganya menguntungkan, dan offtaker serta sumber pakannya jelas. Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan peternak ini jangan dipersulit," ucap Amran.