INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengapresiasi kinerja Perum BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir. 

Apresiasi tersebut diberikan seiring capaian penyerapan hasil panen dalam negeri yang telah menembus lebih dari 3,9 juta ton setara beras atau sekitar 99 persen dari target 4 juta ton.

Penyerapan tersebut berasal dari sekitar 7,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras. Capaian itu dinilai turut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan capaian serapan yang mendekati target menunjukkan komitmen BULOG dalam menjalankan perannya di sektor pangan nasional.

"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum BULOG. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum BULOG untuk hadir bagi petani. BP BUMN akan terus mendukung Perum BULOG dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, demi mewujudkan swasembada pangan," ujar Muhammad Khoerur Roziqin, Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN.

BP BUMN menilai penyerapan hasil panen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah sekaligus memastikan hasil produksi petani memiliki kepastian pasar.

Peran BULOG tidak berhenti pada sisi hulu. Di tingkat hilir, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus berjalan untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan.

Hingga saat ini, lebih dari 810 ribu ton beras SPHP telah disalurkan. Jumlah tersebut setara sekitar 98 persen dari target penyaluran sebanyak 828 ribu ton.

Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan untuk periode Juli-September 2026 telah mencapai sekitar 682 ribu ton. Penyaluran tersebut akan dilanjutkan dengan penugasan sebanyak 997 ribu ton untuk periode Oktober-Desember 2026.

Rangkaian penyerapan dan penyaluran tersebut memperlihatkan peran BULOG dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani di sisi produksi dan kebutuhan masyarakat di sisi konsumsi.

Dengan cadangan beras yang diperkuat melalui penyerapan produksi dalam negeri, BULOG menjalankan fungsi strategis mulai dari menyerap hasil panen petani, menjaga ketersediaan pasokan, hingga menyalurkan beras kepada masyarakat.

BP BUMN menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Penguatan serapan dalam negeri sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ketahanan dan kemandirian pangan nasional.