Highlights
  • Reuters melaporkan sekitar 600.000 chip Nvidia H200 tersimpan di Hong Kong menunggu izin masuk ke China daratan.
  • Beijing ingin Alibaba, ByteDance, Tencent, dan DeepSeek memakai chip buatan China, terutama untuk inferensi.
  • Total chip asing yang disetujui China bisa di bawah 200.000 unit.
  • Harga server berisi delapan H200 di pasar tidak resmi China tembus lebih dari 6 juta yuan, sekitar tiga kali lipat setahun sebelumnya.
  • Nvidia menyebut penjualan H200 ke China kurang dari 1% pendapatan data center dan mencatat beban US$400 juta.

Ratusan ribu chip AI Nvidia kini menumpuk di Hong Kong. Chip itu sudah boleh dijual oleh Amerika Serikat, tetapi justru tertahan karena Beijing belum memberi izin impor dalam jumlah besar.

Kabar ini dilaporkan Reuters pada 5 November 2026 dengan mengutip dua orang yang mengetahui situasinya. Nvidia, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, serta badan perencana ekonomi utama China tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Situasi ini menunjukkan perubahan arah. Selama ini hambatan utama datang dari kontrol ekspor AS. Kini, rem justru diinjak oleh China sendiri.

Jawaban cepat: Menurut Reuters (5 November 2026), sekitar 600.000 chip Nvidia H200 tertahan di Hong Kong karena Beijing belum menyetujui impor skala besar. China ingin perusahaan seperti Alibaba, ByteDance, Tencent, dan DeepSeek memakai chip buatan dalam negeri. Total chip asing yang disetujui bisa di bawah 200.000 unit, sementara harga server H200 di pasar tidak resmi melonjak.

Apa yang Terjadi dengan Chip H200?

H200 bukan chip terbaru Nvidia, tetapi masih sangat dicari perusahaan teknologi China untuk melatih dan menjalankan model AI besar. Kemampuannya belum bisa ditandingi chip buatan China, terutama jika dipakai bersama perangkat lunak Nvidia.

Menurut Reuters, Beijing sempat menyetujui gelombang pertama impor H200 untuk ByteDance, Alibaba, dan Tencent. Beberapa perusahaan internet besar China masing-masing sudah menerima sekitar 10.000 unit dalam beberapa bulan terakhir. Namun, setelah itu pembatasan dari pihak China membuat Nvidia tidak bisa menjual semua chip yang sudah mendapat izin ekspor.

Akibatnya, sekitar 600.000 unit kini tersimpan di Hong Kong. Tidak ada jadwal pasti kapan impor skala besar akan disetujui.

Kenapa Beijing Menahan Impor?

Alasan utamanya adalah kemandirian teknologi. Beijing enggan memperdalam ketergantungan pada teknologi AS dan ingin perusahaan seperti Alibaba, ByteDance, Tencent, dan DeepSeek beralih ke chip buatan dalam negeri.

Dorongan ini terutama berlaku untuk inferensi, yaitu pekerjaan menjalankan model AI setelah selesai dilatih. Inferensi menyerap porsi besar kebutuhan komputasi harian, sehingga pasar ini penting bagi produsen chip lokal China.

Menurut sumber Reuters, total chip asing yang akhirnya disetujui China bisa kurang dari 200.000 unit. Angka itu jauh di bawah stok yang menumpuk di Hong Kong.

Harga di Pasar Tidak Resmi Melonjak

Pasokan resmi yang terbatas membuat pembeli China beralih ke perantara dan jalur tidak langsung. Dampaknya terlihat pada harga. Tabel berikut merangkum angka yang dilaporkan.

ItemAngka yang dilaporkan
Chip H200 di Hong KongSekitar 600.000 unit
Perkiraan total chip asing yang disetujui ChinaDi bawah 200.000 unit
H200 yang diterima tiap perusahaan besarSekitar 10.000 unit
Server 8 chip H200, akhir Oktober 2026Lebih dari 6 juta yuan (sekitar US$900.000, kira-kira Rp16,3 miliar)
Server chip BlackwellLebih dari 20 juta yuan per unit
Pesanan RTX Pro 5500 ByteDance, Alibaba, TencentLebih dari 3 juta kartu, nilai lebih dari US$35 miliar

Sumber tabel: Reuters via The Next Web dan Investing.com. Kurs sekitar Rp18.100 per dolar AS.

Seberapa Besar Dampaknya bagi Nvidia?

Secara keuangan, dampak langsungnya terbatas. Dalam laporan kuartalan terakhirnya, Nvidia menyebut penjualan H200 ke China kurang dari 1% pendapatan data center. Namun, perusahaan juga mencatat beban US$400 juta, sekitar Rp7,2 triliun, untuk stok H200 yang tidak terjual dan komitmen pembelian.

Permintaan untuk produk lain tetap tinggi. Bulan lalu Reuters melaporkan ByteDance, Alibaba, dan Tencent memesan lebih dari 3 juta kartu grafis RTX Pro 5500, produk yang lebih lemah dan sesuai aturan ekspor, dengan nilai total lebih dari US$35 miliar.

Saham Nvidia sendiri sedang bergejolak. Pada 5 November 2026, saham Nvidia ditutup turun 9,26% ke US$181,60 di tengah aksi jual saham chip AI, sebelum sebagian pulih sehari kemudian.

Apa Artinya bagi Pasar Chip AI?

Kasus ini menunjukkan bahwa izin ekspor dari AS tidak lagi menjamin chip Nvidia bisa masuk ke China. Kini ada dua pintu yang harus dilewati: Washington dan Beijing.

Bagi produsen chip China, ini peluang besar karena pasar dalam negeri seolah dikunci untuk mereka. Bagi perusahaan AI China, ini dilema, karena chip lokal belum setara dengan H200 untuk sejumlah pekerjaan berat.

Bagi kawasan lain, termasuk Asia Tenggara, tumpukan stok dan harga tinggi di pasar tidak resmi bisa menambah godaan penyelundupan. Itu sebabnya pengawasan distribusi chip di kawasan ini ikut diperketat.

FAQ

1. Berapa chip Nvidia H200 yang tertahan di Hong Kong?

Sekitar 600.000 unit, menurut Reuters yang mengutip dua sumber pada 5 November 2026.

2. Kenapa China tidak mengizinkan impor H200?

Beijing ingin mengurangi ketergantungan pada teknologi AS dan mendorong perusahaan seperti Alibaba, ByteDance, Tencent, dan DeepSeek memakai chip buatan China.

3. Apakah ada H200 yang sudah masuk ke China?

Ada. Beberapa perusahaan internet besar China masing-masing menerima sekitar 10.000 unit dalam beberapa bulan terakhir.

4. Berapa harga server H200 di China?

Server berisi delapan H200 ditawarkan lebih dari 6 juta yuan di pasar tidak resmi pada akhir Oktober 2026, sekitar tiga kali lipat setahun sebelumnya.

5. Apakah ini merugikan Nvidia?

Dampak langsungnya terbatas karena penjualan H200 ke China kurang dari 1% pendapatan data center, tetapi Nvidia mencatat beban US$400 juta untuk stok yang tidak terjual.

Kesimpulan

Tumpukan 600.000 chip H200 di Hong Kong menandai babak baru perang chip AS dan China. Hambatan kini datang dari dua arah, dan Beijing tampak serius mengutamakan chip buatan dalam negeri.

Selama belum ada jadwal persetujuan impor, harga di pasar tidak resmi kemungkinan tetap tinggi dan perusahaan AI China harus memilih antara chip lokal atau jalur yang lebih mahal.