INDUSTRY.co.id - Jakarta — Sunscreen selama ini identik dengan perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet. Namun, aktivitas sehari-hari membuat kulit berhadapan dengan lebih banyak faktor, mulai dari panas, kelembapan, keringat hingga paparan lingkungan.
Kebutuhan tersebut mendorong Wardah menghadirkan Wardah PDRN Sunscreen Barrier Longevity Physical Sun Ampoule SPF 50+ PA++++, yang mengusung pendekatan Sun Protection to Skin Preservation. Inovasi ini memadukan perlindungan terhadap UV dan panas dengan dukungan perawatan skin barrier dalam satu produk.
Konsep tersebut diperkenalkan melalui talkshow bertajuk “Can Sunscreen Do More Than Protect?” dengan tema “Exploring the New Science of Skin Recovery, Resilience & Longevity”, yang menjadi bagian dari kegiatan Wardah Skin Longevity Clinic di ASHTA District 8.
Talkshow menghadirkan dokter spesialis mikrobiologi klinik dan content creator dr. Ayman Alatas, Sp.M.K., Deputy Brand Head Wardah Sunscreen Vina Yolanda, serta Yuki Kato sebagai Face of Wardah Sunscreen. Ketiganya membahas perkembangan kebutuhan perlindungan kulit, mulai dari pemulihan hingga kemampuan kulit mempertahankan kondisinya dalam menghadapi paparan sehari-hari.
“Wardah Vegan PDRN Physical Sunscreen hadir untuk memberikan perlindungan kulit terhadap paparan UV dan panas sekaligus mendukung skin resilience, yaitu kemampuan kulit untuk bertahan dan pulih dari dampak paparan sehari-hari,” ujar Vina Yolanda, Deputy Brand Head Wardah Sunscreen.
Produk ini diperkaya dengan UV Thermal Relief™, Vegan PDRN, Madeca-B12, provitamin D, serta carnosine. Formula tersebut dikembangkan dengan tiga fokus utama, yakni UV Shield, Heat Defense, serta Barrier Longevity & Repair.
Pada aspek UV Shield, sunscreen ini menggunakan perlindungan fisik dengan SPF 50+ PA++++ terhadap UVA dan UVB. Sementara Heat Defense melalui UV Thermal Relief Technology™ ditujukan untuk membantu menenangkan kulit akibat paparan panas.
Adapun Vegan PDRN menjadi bagian dari pendekatan Barrier Longevity & Repair yang diarahkan untuk mendukung perawatan dan ketahanan kulit. Formula tersebut juga dilengkapi Madeca-B12 untuk membantu menenangkan kemerahan dan iritasi, provitamin D untuk mendukung pertahanan alami kulit, serta carnosine sebagai antioksidan.
Memahami Dampak Panas pada Kulit
Dalam sesi talkshow, dr. Ayman Alatas, Sp.M.K., menjelaskan bahwa kulit merupakan ekosistem yang terus berinteraksi dengan lingkungan. Karena itu, paparan panas yang terjadi dalam keseharian juga perlu menjadi perhatian selain radiasi UV.
Heat damage dapat terjadi ketika kulit terpapar temperatur tinggi dalam waktu lama, baik akibat cuaca panas maupun aktivitas seperti memasak, berolahraga di ruang bersuhu tinggi, hingga aktivitas di luar ruangan dapat menjadi bagian dari paparan tersebut.
Kondisi itu dapat memicu biological reactions pada kulit, seperti inflamasi, penurunan hidrasi, gangguan pada skin barrier, hingga berkurangnya elastisitas kulit. Konsistensi dalam memberikan perlindungan pun menjadi penting, terutama ketika kulit berhadapan dengan berbagai bentuk paparan secara berulang.
“Kami ingin menjawab satu kebutuhan yang sangat dekat dengan konsumen: setelah begitu banyak perhatian diberikan untuk merawat kulit, bagaimana kita menjaga hasilnya ketika kembali menjalani aktivitas?” kata Vina.
Menurutnya, kehadiran UV Thermal Relief™ dan Vegan PDRN tidak semata-mata ditujukan untuk menambah kandungan dalam sunscreen, tetapi menggabungkan fungsi perlindungan dengan dukungan perawatan kulit yang dapat digunakan dalam rutinitas sehari-hari.
Dari sisi penggunaan, Wardah PDRN Sunscreen hadir dengan tekstur merah muda yang ringan dan cepat meresap. Formula ini dirancang tidak lengket, tidak berminyak, serta tidak meninggalkan white cast. Efek hidrasi dan hasil akhir yang halus juga membuatnya dapat digunakan sebagai bagian dari persiapan kulit sebelum makeup.
Sunscreen sebagai Investasi Perawatan Kulit
Bagi Yuki Kato, perubahan cara pandang terhadap sunscreen turut memengaruhi kebiasaannya dalam merawat kulit. “Dulu, jujur aku pikir sunscreen itu cuma dipakai kalau kita keluar rumah,” ujar Yuki.
Setelah mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kulit, ia mulai membangun kebiasaan menggunakan sunscreen dalam berbagai aktivitas. Konsistensi tersebut kemudian ia maknai sebagai bentuk investasi untuk kondisi kulit dalam jangka panjang.
“Sekarang, beraktivitas apa pun, sunscreen Wardah Vegan PDRN Physical Sun Ampoule tidak boleh terlupa. Buatku, konsisten menggunakan sunscreen merupakan sebuah skinvestment,” ungkap Yuki.
Pengalaman penggunaan produk juga diperlihatkan melalui sesi UV Camera Test bersama Skinoppa, Skincare Expert Influencer. Sesi tersebut menyoroti hasil tekstur physical sunscreen yang tidak meninggalkan white cast, tetapi memberikan tampilan kulit yang lebih bercahaya dengan efek tone-up yang membuat kulit tampak lebih cerah.
Melalui Wardah PDRN Sunscreen, Wardah mengajak konsumen menjadikan perlindungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perawatan kulit. Menjaga skin resilience, yaitu kemampuan kulit untuk bertahan dan pulih dari dampak paparan sehari-hari, menjadi salah satu fondasi untuk mendukung skin longevity: mempertahankan kesehatan dan fungsi kulit seiring bertambahnya usia.