INDUSTRY.co.id, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memacu penguatan ekosistem digital syariah nasional melalui penetrasi ke segmen komunitas dan organisasi alumni strategis.
Langkah ekspansi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus peluncuran Kartu Tanda Anggota (co-branding) bersama Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI).
Penyerahan kartu secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor kepada Sekretaris Jenderal DPN IARMI yang juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, disaksikan Ketua Umum DPN IARMI sekaligus Komisaris Utama Bank BSN Prof. Dr. H. Bahrullah Akbar pada sela agenda Pelantikan Pengurus Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional DPN IARMI di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Agenda tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago serta Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus dan Direktur Commercial & Corporate Banking Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Maqin U. Norhadi.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting perseroan untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang inklusif dan selaras dengan kebutuhan organisasi modern.
"Kami hadir untuk memberikan layanan perbankan berbasis prinsip syariah yang mampu menjadi mitra tumbuh dan membangun kemanfaatan bersama. Semangat tersebut mendasari kemitraan strategis dengan IARMI hari ini melalui penerbitan kartu anggota yang terhubung langsung dengan sistem perbankan syariah," kata Alex.
Alex menambahkan, perseroan berkomitmen memberikan nilai tambah konkret bagi puluhan ribu anggota IARMI di seluruh penjuru Tanah Air agar instrumen keanggotaan memiliki daya guna finansial yang optimal.
"Kami ingin KTA IARMI bukan sekadar kartu identitas yang tersimpan di dalam dompet, melainkan kartu fungsional yang memberi manfaat nyata dalam aktivitas harian anggota, baik untuk penarikan tunai di seluruh jaringan ATM maupun sarana pembayaran di berbagai gerai perbelanjaan," ungkapnya.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, kemitraan kedua pihak mencakup ruang lingkup komprehensif, mulai dari penerbitan dan pendistribusian KTA co-branding berfitur kartu debit, ATM, dan uang elektronik (e-money), pembukaan rekening tabungan syariah bagi seluruh anggota, hingga integrasi data serta sistem pendukung guna mempermudah verifikasi keanggotaan IARMI.
Selain itu, kerja sama ini mencakup penyediaan infrastruktur transaksi digital menyeluruh, seperti Virtual Account (VA), QRIS, fasilitas proteksi atau asuransi syariah, agenda sosialisasi literasi keuangan, serta dukungan pengembangan kemitraan strategis melalui pemanfaatan jejaring kelembagaan IARMI secara nasional.
Guna melengkapi kenyamanan transaksi nontunai, pemegang kartu anggota IARMI terkoneksi langsung dengan aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN. Kanal digital ini memfasilitasi transaksi harian seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian, serta pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter untuk moda transportasi KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta. Bale Syariah juga dibekali ekosistem gaya hidup Islami terpadu, mulai dari jadwal salat, arah kiblat, konten Hikmah, fitur ZISWAF, tabungan emas, hingga perencanaan haji dan umrah.
"Kartu anggota ini terhubung erat dengan ekosistem digital Bale Syariah. Melalui integrasi teknologi ini, kami memadukan kemudahan transaksi finansial, promo di berbagai merchant, serta pemenuhan kebutuhan ibadah harian ke dalam satu genggaman nasabah," papar Alex.
Kinerja kanal digital perseroan pun menunjukkan akselerasi yang signifikan. Hingga Agustus 2026, Bale Syariah by BSN telah menghimpun hampir 239.000 pengguna aktif dengan frekuensi transaksi melampaui 3,29 juta kali dan volume transaksi mencapai sekitar Rp6,57 triliun.
Kemitraan strategis ini sekaligus ditopang oleh fundamental keuangan Bank BSN yang kian kokoh, dimana hingga Akhir Agustus 2026 total aset perseroan tercatat mencapai Rp81,5 triliun atau tumbuh 20,75% secara tahunan (year-on-year/YoY), didorong penyaluran pembiayaan yang melesat 26,12% YoY menjadi Rp63,2 triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkerek 13,19% YoY mencapai Rp64 triliun, dengan lonjakan laba bersih 36,72% YoY menjadi Rp721 miliar.