INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) berupaya untuk meningkatkan kontribusi recurring income alias pendapatan berulang terhadap pendapatan tahun ini. Upaya ini guna mengejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.

Advertisement

DMAS memperkirakan, potensi recurring income pada tahun 2017 bisa mencapai 5 persen hingga 10 persen dari pendapatan.

Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto mengatakan, pendapatan berulang ini berasal dari pengelolaan kawasan dan properti investasi.

Advertisement

"Pendapatan pengelolaan kawasan berasal dari pengelolaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan maintenance fee," ungkap Tondy melalui siaran persnya di Jakarta (7/9/2017).

Ia menambahkan, pendapatan dari segmen ini diprediksi akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah tenant yang beroperasi di kawasan Kota Deltamas. "Di tahun ini saja, dua perusahaan otomotif dengan skala besar sudah mulai beroperasi di kawasan industri kami," kata Tondy.

Advertisement

Sebelumya, kontribusi pendapatan berulang DMAS berkisar 6 persen. Hingga akhir tahun Puradelta berencana untuk meningkatkan pendapatan sekitar 10 persen dan menargetkan kontribusi reccuring income hingga 25 persen dalam 5 tahun.

DMAS juga telah membangun properti investasi seperti serviced apartment dan rental factory. Serviced apartment Le Premier telah beroperasi sejak tahun 2016 dengan kapasitas 126 unit yang kini telah tersewa sepenuhnya.

Advertisement

"Permintaan terhadap serviced apartment Le Premier yang kami kelola sangat tinggi, khususnya dari kalangan ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Kota Deltamas maupun di area Cikarang secara umum," tambah Tondy.

Adapun, rental factory di Kota Deltamas telah tersewa sepenuhnya. Sebagai informasi, tahun ini perseroan memasang target pendapatan Rp1,7 triliun–Rp1,8 triliun. "Angka itu menunjukan kenaikan dibanding capaian pendapatan tahun buku 2016 yang tercatat Rp 1,6 triliun," ucapnya.

Lebih lanjut, Tondy menjelaskan, disamping pendapatan, pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas yang berlokasi di Cikarang Pusat, Jawa Barat ini juga membidik laba bersih sebesar 50-60 persen dari target pendapatan 2017. "Target tersebut optimis tercapai seiring dengan positifnya pertumbuhan ekonomi tahun ini," imbuhnya.

Adapun untuk ekspansi, lanjutnya, Puradelta menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp900 miliar. "Sebesar Rp700 miliar dana belanja modal kami alokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Deltamas, sementara Rp200 miliar untuk membeli lahan baru," pungkasnya.