INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Tren elektrifikasi mulai merambah lebih dalam ke industri alat berat, termasuk sektor pertambangan dan konstruksi. PT Altrak 1978 dan PT Berca Mandiri Perkasa memanfaatkan ajang Mining Indonesia 2026 untuk memperkuat posisi di tengah tuntutan industri terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi.
Mengusung tema “Green for the Future”, kedua perusahaan membawa sejumlah alat berat dan material handling berbasis listrik. Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri tambang terhadap teknologi yang mampu menekan biaya operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi.
Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu arah perkembangan industri global seiring regulasi lingkungan yang semakin ketat, tingginya biaya bahan bakar fosil, serta dorongan perusahaan tambang untuk mencapai target net zero emission. Kondisi tersebut membuka peluang bagi penggunaan kendaraan dan alat berat listrik dalam kegiatan operasional.
Altrak 1978 memperkenalkan lini elektrifikasinya melalui Alteq78, dengan membawa dua unit alat berat bertenaga listrik penuh, yakni EX20EV Mini Excavator dan BL95EV Backhoe Loader.
EX20EV Mini Excavator menawarkan pengoperasian yang lebih senyap dan bebas emisi gas buang di titik penggunaan atau zero tailpipe emission. Unit ini juga diklaim memiliki biaya operasional lebih rendah dibandingkan alat berat berbahan bakar diesel konvensional.
Sementara itu, BL95EV Backhoe Loader dirancang dengan kemampuan penggalian dan pemuatan yang setara dengan versi konvensional. Alat tersebut menawarkan biaya perawatan lebih rendah serta tidak menghasilkan emisi langsung selama pengoperasian.
Chief Operating Officer (COO) Altrak 1978 Siman Fadil mengatakan elektrifikasi menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi alat dan kendaraan industri ke depan.
“Green for the Future mencerminkan komitmen kami untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Elektrifikasi menjadi salah satu arah penting perkembangan alat dan kendaraan industri ke depan,” ujar Siman.
Menurut dia, efisiensi energi dan pengurangan emisi kini telah bergeser dari sekadar pilihan teknologi menjadi kebutuhan industri.
“Kami percaya efisiensi energi dan pengurangan emisi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri pertambangan dan konstruksi di masa depan,” lanjutnya.
Di sisi lain, PT Berca Mandiri Perkasa memperluas ekosistem alat berat ramah lingkungan melalui sejumlah produk material handling dan alat berat. Portofolionya mencakup forklift listrik NICHIYU FB25, NOBLELIFT FE4P25Q, BYD ECB80, serta wheel loader Lonking LG856T.
Kehadiran forklift listrik memperkuat penetrasi teknologi elektrifikasi pada aktivitas material handling. Sementara itu, Lonking LG856T diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasional tambang modern yang menuntut efisiensi bahan bakar dan keandalan tinggi.
Berca Mandiri Perkasa juga membawa portofolio produk dari Mitsubishi, Lonking, Nichiyu, Konecranes, dan Berca Power. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengandalkan satu jenis teknologi, tetapi menawarkan solusi alat berat dan material handling yang mencakup kebutuhan konvensional hingga teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Bagi industri pertambangan, elektrifikasi menawarkan sejumlah keuntungan yang semakin relevan di tengah tekanan untuk meningkatkan efisiensi. Penggunaan tenaga listrik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, menekan tingkat kebisingan, serta menyederhanakan kebutuhan perawatan karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit.
Namun, adopsi alat berat listrik juga akan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung. Karena itu, Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa tidak hanya mengandalkan penjualan unit, tetapi juga menempatkan layanan purna jual sebagai bagian penting dari strategi elektrifikasi.
Dukungan tersebut mencakup teknisi terlatih, jaringan cabang, ketersediaan suku cadang, hingga pusat pelatihan. Pendekatan ini menjadi penting mengingat transisi dari alat berat diesel ke listrik membutuhkan kesiapan operator, teknisi, infrastruktur, serta pola pemeliharaan yang berbeda.
Partisipasi dalam Mining Indonesia 2026 sekaligus menjadi ajang bagi kedua perusahaan untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi secara langsung kepada pelaku industri. Langkah tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan tambang dan konstruksi untuk melihat penerapan teknologi listrik secara bertahap sesuai karakteristik dan kebutuhan operasional masing-masing.
Melalui tema “Green for the Future”, Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa menegaskan bahwa elektrifikasi bukan sekadar tren teknologi jangka pendek. Keduanya melihat transisi energi sebagai arah jangka panjang industri yang perlu ditopang oleh inovasi produk sekaligus layanan purna jual agar operasional pertambangan dan konstruksi dapat bergerak menuju model yang lebih hijau dan efisien.