INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Pemerataan fasilitas pendidikan terus menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di Kabupaten Simeulue, Aceh, sebanyak 59 satuan pendidikan telah menyelesaikan revitalisasi untuk tahun anggaran 2025.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan mendukung proses belajar mengajar di berbagai daerah, termasuk wilayah 3T.

Informasi mengenai revitalisasi tersebut turut disampaikan melalui akun Instagram @bakom.ri.

Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak program tersebut adalah SMKN 1 Sinabang. Sejumlah fasilitas di sekolah itu diperbaiki, mulai dari bangunan, laboratorium, hingga ruang kelas.

Perubahan tersebut memberikan wajah baru bagi lingkungan sekolah. Fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan dan lapuk akibat usia kini telah diperbaiki sehingga tampak lebih kokoh dan tertata.

Dulu Rapuh, Kini Lebih Kokoh

Sebelum revitalisasi, sejumlah bagian bangunan SMKN 1 Sinabang berada dalam kondisi yang kurang layak. Faktor usia membuat beberapa bagian gedung mengalami kerusakan dan lapuk.

Setelah revitalisasi, kondisi bangunan menjadi lebih kokoh dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan. Perbaikan tidak hanya mengubah tampilan fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi para murid.

Perubahan juga terlihat pada fasilitas laboratorium. Sebelum diperbaiki, kondisi ruang laboratorium masih belum memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara optimal.

Kini, ruang tersebut telah mengalami perbaikan dengan kondisi yang lebih layak serta penerangan yang lebih baik. Fasilitas itu diharapkan dapat menunjang kegiatan praktik dan pembelajaran siswa.

Ruang Kelas Lebih Nyaman

Ruang kelas menjadi salah satu bagian yang turut mendapat perhatian. Sebelum revitalisasi, sejumlah ruang kelas terlihat kotor dan minim pencahayaan sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi siswa selama mengikuti pembelajaran.

Kini, ruang-ruang tersebut tampil lebih bersih, terang, aman, dan nyaman. Kondisi tersebut membuat siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih tenang dan fokus.

Bagi para siswa, perubahan itu bukan sekadar soal bangunan yang terlihat lebih baru. Lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman turut memberikan pengalaman berbeda dalam menjalani aktivitas pendidikan sehari-hari.

Salah seorang murid SMKN 1 Sinabang, Zahra Fathina Nasution, mengaku bersyukur atas revitalisasi yang dilakukan di sekolahnya.

 “Kami sangat bersyukur bangunan kelas tempat kami belajar sudah direnovasi dan dibangun ulang sehingga kami bisa merasakan belajar aman dan nyaman," ungkapnya.

Menurut Zahra, kondisi sekolah yang kini lebih baik membuat dirinya bersama teman-teman dapat menjalani proses belajar dengan perasaan yang lebih tenang.

Fasilitas yang lebih memadai juga memberikan ruang bagi para siswa untuk belajar dengan lebih senang dan fokus.

Revitalisasi 59 satuan pendidikan di Simeulue menjadi bagian dari ikhtiar mempersempit kesenjangan fasilitas pendidikan. Bagi sekolah seperti SMKN 1 Sinabang, perubahan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sarana pendidikan dapat dirasakan hingga ke wilayah 3T.