INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani menawarkan insentif pajak super hingga 300 persen bagi investor yang menanamkan modal untuk kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) di Indonesia.
Insentif itu menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menarik investasi berkualitas sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem riset nasional.
“Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen,” ujar Rosan di Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, pekan lalu.
Selain R&D, pemerintah juga menyiapkan insentif hingga 200 persen bagi perusahaan yang fokus pada pelatihan dan pendidikan vokasi.
“Jika perusahaan memberikan banyak fokus pada pelatihan dan pendidikan, pemerintah kami juga akan memberikan insentif hingga 200 persen,” imbuhnya.
Menurut Rosan, langkah afirmatif ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM sekaligus kapasitas R&D dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat inovasi.
Sasar Ekonomi Digital dan Energi Hijau
Rosan mengatakan, peluang investasi ke depan tidak hanya di hilirisasi mineral dan pengolahan komoditas. Pemerintah juga membidik infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri masa depan.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai 360 miliar dollar AS pada 2030. Jakarta disebut telah menjadi pusat data utama di Indonesia.
“Kami ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di sini,” kata Rosan.
Ia menambahkan, pengembangan pusat data akan ditopang potensi energi terbarukan Indonesia yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi terbarukan nasional mencapai 3.600 gigawatt (GW), sementara kapasitas terpasang baru 15,1 GW atau kurang dari 1 persen.
“Potensinya mencapai 3.600 gigawatt energi terbarukan, tetapi kapasitas terpasang saat ini hanya sekitar 15,1 gigawatt,” jelasnya.
Danantara Garap Proyek Waste to Energy
Selain sektor digital, Rosan membuka peluang investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Danantara saat ini mendukung pipeline proyek WTE nasional di lebih dari 30 lokasi dengan nilai investasi sekitar 5 miliar dollar AS.
“Danantara mendukung pipeline nasional _waste to energy_ di lebih dari 30 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar 5 miliar dollar AS,” terangnya.
Untuk Jakarta, pemerintah dan Danantara tengah berdiskusi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pengembangan fasilitas WTE.
Di akhir paparannya, Rosan menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui percepatan perizinan, kepastian regulasi, dan lingkungan bisnis yang lebih terprediksi.
“Komitmen kami sangat jelas. Kami siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan,” tutupnya.