INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Novo Nordisk memperkuat strategi transformasi digital dengan menggandeng Amazon Web Services (AWS) dalam kemitraan strategis untuk mempercepat penemuan obat dan memodernisasi operasional perusahaan melalui teknologi agentic artificial intelligence (AI) dan komputasi awan.
Kemitraan tersebut ditandai dengan pembentukan co-innovation hub di London. Fasilitas ini menjadi ruang kolaborasi bagi para engineer dan ilmuwan Novo Nordisk serta AWS untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi AI dalam mengolah data dan wawasan perusahaan.
Langkah tersebut diarahkan untuk memangkas waktu pengembangan obat, mulai dari proses identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama kepada manusia. Dengan pemanfaatan AI dan infrastruktur cloud, Novo Nordisk ingin mempercepat proses riset sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan terapi bagi pasien.
“Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk,” ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk.
Menurut dia, penggabungan keahlian ilmiah Novo Nordisk dengan perangkat dan layanan AWS yang dirancang untuk industri life sciences akan mempercepat proses penemuan obat. Perusahaan juga akan mengembangkan solusi AI yang tetap mengedepankan prinsip penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
“Melalui penggabungan keahlian ilmiah kami dengan berbagai perangkat dan layanan khusus AWS yang dirancang untuk industri life sciences, sekaligus membentuk hub co-innovation khusus di fasilitas kami yang telah ada di London, kami mempercepat proses penemuan dan mengembangkan solusi AI yang bertanggung jawab untuk menciptakan kemajuan nyata bagi orang yang hidup dengan penyakit kronis serius,” kata Doustdar.
Dalam kerja sama ini, Novo Nordisk menetapkan AWS sebagai penyedia cloud pilihan sekaligus mitra strategis AI. Kolaborasi tersebut menggabungkan keahlian Novo Nordisk dalam pengembangan terapi penyakit kronis dengan layanan cloud dan AI AWS, termasuk infrastruktur yang aman dan dapat diperluas sesuai kebutuhan.
Novo Nordisk menyebut kerja sama yang telah berjalan sebelumnya telah memberikan hasil terukur. Salah satunya adalah pemangkasan waktu yang dibutuhkan untuk dokumentasi klinis serta peningkatan produktivitas lebih dari 25.000 karyawan.
Kesepakatan terbaru akan memperluas penggunaan teknologi AI dalam berbagai tahapan penelitian dan operasional Novo Nordisk. Perusahaan akan memanfaatkan layanan seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock untuk membantu mengidentifikasi target terapeutik dan merancang terapi baru dengan lebih cepat.
Teknologi tersebut juga akan digunakan untuk menghubungkan berbagai sumber data, mulai dari data genomik, pencitraan hingga data klinis. Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan temuan penelitian tahap awal untuk mendukung desain uji klinis.
Di sisi operasional, Novo Nordisk akan menggunakan Amazon Bedrock AgentCore untuk meningkatkan efisiensi melalui penerapan agen AI. Teknologi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengotomatisasi berbagai proses sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan.
CEO AWS Matt Garman mengatakan, seluruh kolaborasi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mempercepat akses pasien terhadap terapi yang dibutuhkan.
“Setiap bagian dari pekerjaan kami bersama Novo Nordisk pada akhirnya kembali pada satu hal: menghadirkan obat yang tepat kepada pasien dengan lebih cepat,” ujar Garman.
Ia menambahkan, pemilihan AWS sebagai mitra strategis AI membuka peluang untuk mengubah cara Novo Nordisk menemukan dan mengembangkan obat. AWS juga akan mengerahkan Forward Deployed Engineers untuk bekerja bersama tim sains Novo Nordisk dalam menangani kumpulan data yang kompleks dan memperluas pemanfaatan hasil penelitian.
“Kami sangat antusias menjalin kemitraan dengan Novo Nordisk agar teknologi AWS Forward Deployed Engineers, serta tim sains Novo Nordisk yang terdepan di industrinya dapat membantu mempersingkat waktu penemuan obat, memproses kumpulan data yang kompleks secara aman, dan menerapkan temuan tersebut secara lebih luas di berbagai bidang terapi,” kata Garman.
Tak hanya berhenti pada riset dan pengembangan, Novo Nordisk juga menggandeng sejumlah unit bisnis Amazon lainnya, termasuk Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical. Kolaborasi lintas bisnis ini ditujukan untuk mengubah cara terapi baru dipasarkan sekaligus memperluas akses pasien terhadap pengobatan.
Dengan demikian, kemitraan Novo Nordisk dan AWS tidak hanya menjadi agenda digitalisasi perusahaan, tetapi juga menempatkan AI sebagai salah satu mesin utama dalam rantai pengembangan obat, dari riset awal hingga terapi dapat diterima pasien.