INDUSTRY.co.idJakarta - Jakarta semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi utama Indonesia. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta tercatat mencapai Rp173,6 triliun, atau sekitar 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani mengatakan, peran Jakarta semakin strategis seiring bergesernya tren investasi global menuju sektor-sektor yang diproyeksikan menjadi penopang ekonomi masa depan.

"Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang. Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini," ujar Rosan akhir pekan kemarin.

Rosan menjelaskan, kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pada triwulan II 2026, Jakarta menyumbang sekitar 16,3 persen terhadap PDB nasional.

Sementara itu, realisasi investasi Jakarta sepanjang semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun. Investasi tersebut ditopang sejumlah sektor utama.

Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi investasi mencapai Rp54,4 triliun, atau 31,3 persen dari total investasi Jakarta.

Berikutnya, sektor jasa lainnya yang mencakup aktivitas web hosting, data center, portal web, rumah sakit, dan sejumlah kegiatan jasa lainnya mencatat investasi Rp43,6 triliun atau 25,1 persen.

Sektor perdagangan dan reparasi menyumbang Rp28,4 triliun atau 16,4 persen. Kemudian sektor perumahan dan perkantoran sebesar Rp14 triliun atau 8,1 persen, serta konstruksi sebesar Rp12,9 triliun atau 7,4 persen.

Potensi investasi Jakarta juga semakin besar seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Rosan menyebut, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030. Kondisi ini membuka peluang investasi besar pada infrastruktur digital, termasuk pengembangan pusat data dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

"Sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia, penguatan infrastruktur digital generasi lanjut berbasis AI diharapkan semakin memperkuat daya tarik investasi Jakarta," demikian disampaikan dalam agenda tersebut.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi digital, Jakarta juga tengah dipersiapkan sebagai titik awal pusat finansial internasional di Indonesia.

Menurut Rosan, pengembangan fungsi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong penerapan praktik bisnis yang memenuhi standar internasional.

Dia menilai, pertimbangan investor saat ini telah mengalami perubahan. Besarnya pasar domestik dan rendahnya biaya produksi tidak lagi menjadi satu-satunya faktor dalam menentukan lokasi investasi.

Investor juga mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan politik, kepastian berusaha, kekuatan kemitraan, keandalan infrastruktur, serta kejelasan visi pembangunan jangka panjang.

BKPM Siapkan Debottlenecking untuk Proyek Investasi

Untuk menjaga momentum investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan dan percepatan layanan perizinan.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kepastian hukum dan regulasi serta membuat proses bisnis semakin dapat diprediksi oleh investor.

Selain itu, BKPM menjalankan fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan atau debottlenecking yang dihadapi proyek investasi, termasuk proyek yang berada di Jakarta.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kementerian/lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

Rosan menegaskan kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai komitmen investasi dapat segera masuk tahap implementasi dan memberikan manfaat bagi perekonomian.

"Kita ketahui bahwa Jakarta berkontribusi sangat signifikan terhadap total realisasi investasi di Indonesia, dan kalau kita lihat Jakarta hampir selalu masuk ke dalam lima besar bahkan semester ini peringkat ke-1," ujar Rosan.

Ia mengatakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Jakarta untuk memastikan proyek-proyek investasi dapat difasilitasi dan berjalan dengan baik.

"Pada intinya, kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur beserta jajaran yang selama ini telah sangat aktif berkomunikasi, berdiskusi, dan memberikan masukan agar kita semua bisa selalu bersinergi memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat," tutupnya.