INDUSTRY.co.idJakarta– Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa di tengah tantangan dan dinamika global, sektor industri pengolahan manufaktur nasional terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,32 persen y-o-y. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Industri pengolahan nonmigas juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 0,97 poin persentase.

"Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional mencapai 16,83 persen atau setara Rp1.102,88 triliun," ujar Menperin Agus.

Dari sisi investasi, realisasi investasi industri pengolahan nonmigas pada Triwulan II-2026 mencapai Rp199,48 triliun atau 38,98 persen dari total investasi nasional.

Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD115,50 miliar atau 82,03 persen dari total ekspor nasional.

Sektor ini juga menyerap sekitar 19,99 juta tenaga kerja berdasarkan data Sakernas BPS Februari 2026.

Perkembangan aktivitas manufaktur juga menunjukkan sinyal positif. PMI Manufaktur Indonesia meningkat dari 46,9 pada Juni menjadi 50,2 pada Juli 2026 sehingga kembali memasuki zona ekspansi.

Pada periode yang sama, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga berada di zona ekspansi dan meningkat dari 52,9 menjadi 53,1.

"Industri manufaktur memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional," tegas Menperin.