Tangerang, 29 Agustus 2026 — Memiliki rumah sendiri masih menjadi impian terbesar banyak masyarakat Indonesia, terutama generasi muda dan keluarga muda yang sedang mempersiapkan masa depan. Sayangnya, kenaikan harga properti yang terus melampaui pertumbuhan pendapatan, ditambah sulitnya akses pembiayaan, membuat langkah menuju hunian pertama semakin berat. Di tengah tantangan ini, Danantara Housing Expo 2026 hadir sebagai solusi yang mempertemukan masyarakat, pengembang, dan lembaga pembiayaan dalam satu tempat.
Bagi PT PP Properti Tbk ("PPRO"), expo ini menjadi momentum penting. Format yang menghadirkan berbagai pengembang bersama calon pembeli dalam satu lokasi memudahkan masyarakat untuk melihat, membandingkan, dan memilih hunian yang sesuai kebutuhan serta kemampuan finansial mereka.
Tidak sekadar pameran properti biasa, ajang ini juga membuka ruang kolaborasi antara pengembang dengan perbankan, khususnya Himbara, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih menarik dan terjangkau.
"Ini menjadi kesempatan yang sebenarnya belum pernah terjadi dan cukup luar biasa bagi kami karena difasilitasi oleh Danantara. Danantara bisa menghubungkan kami sebagai developer dengan para bank Himbara," ujar Managing Director PPRO Daniel Moeis pada gelaran Danantara Housing Expo 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, Banten.
Kolaborasi ini menjadi sangat penting, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan rumah. Melalui skema khusus yang ditawarkan selama expo, calon pembeli bisa mendapatkan uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, cicilan mulai 1 jutaan, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun. Skema ini diharapkan bisa mengubah keinginan memiliki rumah dari sekadar rencana menjadi kenyataan yang terjangkau.
Dukungan Program 3 Juta Rumah
Bagi PPRO, Danantara Housing Expo 2026 juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Perusahaan memiliki tiga proyek yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan total unit yang siap diserahterimakan sekitar 1.300 unit. Ketiganya tersebar di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, Gunung Putri Square, Bogor, serta Amartha View, Semarang.
Tower Isabella: Andalan Hunian Entry-Level
Salah satu produk unggulan PPRO adalah Tower Isabella di kawasan Grand Kamala Lagoon, Bekasi. Menara ini menjadi andalan bagi segmen entry-level dan pembeli hunian pertama.
Selain harganya yang terjangkau, Tower Isabella memiliki lokasi sangat strategis, hanya sekitar 300 meter dari Gerbang Tol Bekasi Barat, dekat dengan Stasiun Bekasi dan Stasiun LRT Bekasi Barat, serta memiliki akses ke jaringan Tol Becakayu, Jakarta-Cikampek, dan JORR.
Berada dalam kawasan terpadu Grand Kamala Lagoon yang dilengkapi berbagai fasilitas ritel dan gaya hidup, Tower Isabella menawarkan kombinasi keterjangkauan, konektivitas, dan kelengkapan fasilitas. Kawasan ini juga semakin terhubung dengan hadirnya layanan Transjakarta yang melintasi area Grand Kamala Lagoon, memberikan alternatif mobilitas bagi penghuni.
Respon pasar terhadap hunian ini sangat positif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Tower Isabella berkontribusi sekitar 71 persen terhadap total nilai penjualan Grand Kamala Lagoon. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap hunian yang menawarkan harga terjangkau, lokasi strategis, dan skema pembiayaan yang sesuai kebutuhan.
"Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kita tidak akan pernah punya rumah. Rumah bukan hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi bisa kita wariskan kepada keluarga dan anak-anak kita," ujar Daniel.
Komitmen Danantara untuk Masyarakat
Komitmen Danantara dalam memperluas akses kepemilikan rumah juga ditegaskan oleh Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurut Rosan, Danantara Housing Expo 2026 merupakan bentuk aksi nyata untuk mendukung penyediaan hunian berkualitas dengan harga lebih terjangkau serta skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
"Ini adalah satu bentuk aksi nyata dari Danantara bagaimana penyediaan rumah dengan kualitas terbaik, dengan harga terjangkau, dengan sistem pembiayaan jangka panjang dan sesuai dengan pendapatan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, agar mereka dapat memiliki rumah dengan baik, cepat, dan layak," kata Rosan.