INDUSTRY.co.id - Cikarang – Pergeseran minat pencari rumah dari Jakarta menuju kawasan penyangga semakin memperkuat posisi Bekasi dan Cikarang sebagai alternatif hunian. Selain harga, masyarakat kini semakin mempertimbangkan lokasi, aksesibilitas, serta jarak menuju tempat kerja sebelum memutuskan membeli rumah.
Kondisi tersebut membuat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya.
Riset Indonesia Property Watch yang dirilis pada awal 2026 menunjukkan Bekasi menjadi salah satu wilayah yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025. Tren tersebut tidak terlepas dari semakin terbatasnya pilihan rumah dengan harga terjangkau di Jakarta.
Sementara itu, analisis 123 PropInsight terhadap permintaan rumah tapak berdasarkan enquiry aktual di platform Rumah123 selama April 2025 hingga Juni 2026 juga menunjukkan adanya basis permintaan dari pekerja kawasan industri, khususnya di koridor Cikarang-Cibitung, serta para komuter yang membutuhkan akses menuju Jakarta.
Hunian Dekat Tempat Kerja Makin Dicari
Pertumbuhan kawasan industri dan pusat ekonomi turut mengubah pertimbangan masyarakat dalam memilih tempat tinggal. Hunian yang dekat dengan lokasi kerja dinilai dapat membantu menghemat waktu perjalanan sekaligus menekan biaya transportasi harian.
Cikarang menjadi salah satu kawasan utama di Koridor Timur Jakarta dengan aktivitas industri dan ekonomi yang tinggi. Perkembangan tersebut menciptakan kebutuhan terhadap hunian bagi pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di Cikarang dan wilayah sekitarnya.
“Dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting. Karena itu, kami melihat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan bagi masyarakat,” ujar Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, Indra Azwar.
Cicilan Mulai Rp1,7 Jutaan, Flat hingga Lunas
Melihat kebutuhan tersebut, Meikarta menawarkan pilihan hunian di kawasan Cikarang dengan skema cicilan mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan yang flat hingga lunas.
Skema cicilan tetap tersebut memberikan kepastian nominal pembayaran sehingga calon pembeli dapat memperkirakan pengeluaran secara lebih terukur. Dengan demikian, pembayaran cicilan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga lainnya dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Namun, besaran cicilan aktual dapat berbeda tergantung unit yang dipilih, uang muka, tenor, serta hasil evaluasi dan persetujuan pembiayaan.
“Kami ingin memberikan pilihan yang lebih mudah direncanakan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Cicilan sekitar Rp1,7 jutaan yang flat hingga lunas diharapkan dapat membuat perencanaan kepemilikan hunian menjadi lebih terukur,” kata Indra.
Meikarta Bidik Kebutuhan Hunian di Tengah Kawasan Ekonomi
Meningkatnya minat terhadap hunian di Bekasi menunjukkan bahwa keputusan membeli rumah tidak lagi hanya berfokus pada harga. Keseimbangan antara harga, lokasi, akses, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan.
Bagi pekerja di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi berpotensi memberikan keuntungan dari sisi waktu dan biaya perjalanan. Kondisi ini menjadi peluang bagi pengembang untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
“Kepemilikan hunian bukan hanya tentang membeli sebuah unit, tetapi juga memilih tempat untuk membangun kehidupan. Karena itu, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi melalui skema cicilan yang lebih mudah direncanakan,” tutur Indra.
Dengan lokasi di Cikarang dan pilihan cicilan mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan yang flat hingga lunas, Meikarta menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi di Koridor Timur Jakarta.