INDUSTRY.co.id -
JAKARTA, Waktu persiapan tinggal menghitung jam. Sehari menjelang pembukaan Danantara Housing Expo 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, turun langsung memastikan setiap detail pameran hunian BUMN tersebut siap menyambut masyarakat.
Peninjauan dilakukan Dony pada Rabu (26/8/2026) di NICE PIK 2, lokasi penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 yang akan dibuka pada Kamis (27/8/2026) dan dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Berkeliling area pameran, Dony mengecek satu per satu stan dan display properti yang akan ditampilkan. Bagi Dony, pameran perdana yang digelar Danantara ini tidak boleh berhenti sebagai ajang memajang rumah contoh.
Pengunjung, kata dia, harus mendapatkan gambaran nyata mengenai sebuah ekosistem hunian yang terintegrasi—mulai dari rumah, pembiayaan, furnitur, kendaraan listrik, hingga berbagai kebutuhan penunjang kehidupan.
“Kita tinggal punya waktu 24 jam untuk menuju event Danantara Housing Expo besok yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah event pertama yang dibuat oleh Danantara,” ujar Dony dalam arahannya kepada tim persiapan.
Ia menegaskan seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyelenggaraan pameran berjalan optimal.
“Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita semua harus bertanggung jawab untuk memastikan event ini berjalan dengan baik,” tegasnya.
Danantara Housing Expo 2026 akan menghadirkan sekitar 130 tenant/pengembang, termasuk 12 BUMN Karya dan pengembang properti pelat merah. Peserta lainnya berasal dari pengembang swasta, mulai dari perusahaan berskala besar hingga menengah, termasuk pengembang yang menyasar segmen rumah subsidi dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Beragam pilihan hunian ditawarkan dalam pameran tersebut. Mulai dari rumah FLPP, rumah subsidi, hingga hunian dengan harga terjangkau. Salah satu contoh yang ditampilkan adalah rumah tipe 27 dengan luas tanah 72 meter persegi yang dibanderol sekitar Rp380 juta.
Dony juga meminta agar setiap produk yang dipamerkan dilengkapi informasi harga secara terbuka. Menurut dia, kejelasan harga penting agar masyarakat datang ke pameran bukan sekadar melihat-lihat rumah contoh, melainkan dapat langsung mengetahui pilihan hunian yang tersedia.
“Jadi semuanya dijual, ada harganya. Ditampilkan saja, ditaruh harganya. Semua display dikasih tag, dikasih harga. Ini kan pameran, kalau tidak nanti dikira buat show-show saja,” kata Dony.
Selain mengecek produk, Dony memperhatikan tampilan keseluruhan area pameran. Ia meminta penyelenggara memperkuat dekorasi dengan menampilkan foto-foto peresmian maupun pembangunan perumahan sehingga area pameran tidak terlihat kosong dan suasana hunian lebih terasa.
Konsep tersebut sejalan dengan tujuan Danantara Housing Expo 2026 yang tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan pengembang, tetapi juga memperlihatkan keterhubungan berbagai produk dan layanan BUMN dalam ekosistem perumahan.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang bagi BUMN untuk memperkenalkan inovasi dan karya perusahaan pelat merah, sembari memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang berkualitas dan terjangkau.
Menutup pengecekan, Dony kembali mengingatkan seluruh tim agar memanfaatkan waktu yang tersisa semaksimal mungkin.
“Kita ingin objektif dari acara ini tercapai. Karena itu, dalam waktu 24 jam saya minta semua orang yang merasa punya tanggung jawab dan ingin menyukseskan ini harus bekerja semaksimal mungkin,” ujarnya.
Danantara Housing Expo 2026 akan berlangsung selama empat hari, 27–30 Agustus 2026, di NICE PIK 2. Pameran ini menjadi salah satu agenda perdana Danantara dalam mendorong kolaborasi lintas BUMN untuk membangun ekosistem perumahan yang lebih lengkap, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.