INDUSTRY.co.id - JAKARTA — NTT DATA memperkuat ekspansi bisnis keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui aliansi strategis multi-tahun dengan Palo Alto Networks. Kerja sama ini diarahkan untuk membantu perusahaan mengadopsi AI secara aman, memodernisasi sistem keamanan siber, sekaligus membangun ketahanan menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

Aliansi strategis tersebut menargetkan bisnis bersama hingga US$1 miliar pada akhir periode tiga tahun atau pada 2029. Kerja sama ini menjadi aliansi strategis pertama Palo Alto Networks dengan integrator sistem global dalam bentuk tersebut, dengan menggabungkan platform keamanan siber berbasis AI milik Palo Alto Networks dengan layanan konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola dari NTT DATA.

Melalui rekayasa dan inovasi bersama serta layanan global yang terkoordinasi, kedua perusahaan akan membantu klien menilai risiko siber, menerapkan AI secara aman, dan mengoptimalkan keamanan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut mencakup strategi keamanan siber, implementasi hingga layanan terkelola dalam satu ekosistem.

Kolaborasi ini juga melanjutkan kerja sama kedua perusahaan di bidang Frontier AI. Dalam aliansi tersebut, intelijen ancaman Unit 42 dari Palo Alto Networks akan dipadukan dengan keahlian keamanan siber global, tata kelola AI, serta layanan terkelola NTT DATA.

Dukungan investasi bersama, lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi, dan Forward Deployed Engineers akan menjadi bagian penting dalam mempercepat implementasi solusi keamanan berbasis AI. NTT DATA juga akan memperoleh akses awal terhadap fitur-fitur baru platform melalui kolaborasi rekayasa secara langsung.

“AI sedang membentuk kembali bisnis dan keamanan siber, sehingga kolaborasi yang mendalam di seluruh ekosistem menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Nikesh Arora, Chairman dan Chief Executive Officer Palo Alto Networks.

Menurut dia, perluasan aliansi dengan NTT DATA akan memungkinkan platformisasi dijalankan dalam skala global untuk membantu perusahaan mengurangi kompleksitas sistem lama sekaligus mempercepat transformasi digital tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

Dari sisi NTT DATA, kerja sama tersebut dinilai penting karena perkembangan AI turut mengubah lanskap ancaman siber dengan cepat. Perusahaan menilai organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan teknologi berbasis AI, keahlian industri, dan jangkauan global.

“AI sedang mendefinisikan ulang setiap aspek perusahaan, tetapi juga mengubah lanskap ancaman dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan keamanan berbasis AI, keahlian industri yang mendalam, dan skala global,” ujar Abhijit Dubey, Chief Executive Officer dan Chief AI Officer NTT DATA, Inc.

Abhijit mengatakan, kolaborasi dengan Palo Alto Networks akan menggabungkan inovasi keamanan siber berbasis AI dengan kapabilitas konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA. Dengan demikian, klien diharapkan dapat mempercepat adopsi AI secara aman sekaligus mengantisipasi ancaman yang terus berkembang.

Pada tahap awal, solusi bersama akan menyasar industri yang memiliki tingkat regulasi tinggi dan sektor kritis, seperti layanan keuangan, kesehatan, manufaktur, dan sektor publik. Fokus transformasinya mencakup pengembangan Autonomous Security Operations Center (SOC), tata kelola AI, keamanan identitas, Zero Trust dan Secure Access Service Edge (SASE), penguatan keamanan cloud, serta modernisasi firewall.

Melalui Autonomous SOC, kedua perusahaan akan memanfaatkan Agentic AI dan layanan terkelola untuk membantu organisasi mendeteksi, menyelidiki, serta merespons ancaman siber dengan lebih cepat sekaligus menekan kompleksitas operasional.

Sementara itu, tata kelola AI akan diarahkan untuk mengintegrasikan aspek tata kelola, keamanan, dan manajemen risiko sepanjang siklus hidup AI. Langkah tersebut diharapkan membantu perusahaan mengelola risiko AI sekaligus memperluas inovasi dengan akuntabilitas dan kontrol yang lebih kuat.

Aliansi ini juga akan memperkuat keamanan identitas yang mencakup manusia, mesin, agen AI, beban kerja, dan perangkat. Pada sisi jaringan, pendekatan Zero Trust dan SASE ditujukan untuk mengamankan pengguna, aplikasi, dan data di tengah permukaan serangan yang semakin luas.

Di sektor cloud, solusi bersama akan membantu perusahaan meningkatkan visibilitas, kepatuhan, dan pengurangan risiko di lingkungan multi-cloud melalui manajemen postur keamanan berbasis AI. Adapun modernisasi firewall diarahkan untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan visibilitas, dan memperkuat pertahanan perusahaan.

NTT DATA membawa lebih dari 7.500 profesional keamanan siber, lebih dari 70 pusat penyampaian layanan, serta lebih dari 20 Cyber Defense Center dalam kolaborasi tersebut. Kapabilitas tersebut akan dipadukan dengan platform keamanan berbasis AI dan intelijen ancaman Unit 42 milik Palo Alto Networks untuk menyediakan layanan keamanan bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan teknologi kompleks.

Dengan kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan jangkauan global tersebut, aliansi NTT DATA dan Palo Alto Networks membidik peluang bisnis keamanan siber yang semakin besar seiring perusahaan mempercepat pemanfaatan AI. Target bisnis bersama US$1 miliar hingga 2029 sekaligus menunjukkan besarnya ekspektasi kedua perusahaan terhadap permintaan solusi keamanan AI di tengah meningkatnya risiko siber.