INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian membuka peluang kerja sama teknologi dengan Rusia. Pembahasan dilakukan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Jakarta pekan lalu.
Agus mengatakan, Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis untuk membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing. Kerja sama kedua negara diharapkan tidak berhenti pada perdagangan.
"Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis dalam membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing. Kami ingin hubungan kedua negara tidak berhenti pada perdagangan, tetapi berkembang menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri," ujar Agus.
Dalam pertemuan itu, Rusia menawarkan sejumlah teknologi yang dinilai sesuai kebutuhan Indonesia. Di antaranya drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air untuk negara kepulauan, sistem komunikasi mandiri saat kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah.
"Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan kerja sama teknologi dengan Indonesia. Kami berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dan lokalisasi bersama di Indonesia," kata Ilyas Umakhanov.
Selain itu, pembahasan juga mencakup peralatan telekomunikasi, agrokimia, dan otomatisasi industri. Pertemuan dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Perwakilan Perdagangan Rusia, serta pelaku industri Rusia.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Tri Supondy menekankan pentingnya kerja sama yang memberi nilai tambah bagi industri dalam negeri.
"Kerja sama Indonesia dan Rusia perlu diarahkan pada hal-hal yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun kemitraan yang menghubungkan perusahaan kedua negara," ujar Tri.
Upaya ini sejalan dengan penguatan struktur industri nasional. Kerja sama internasional tidak hanya diarahkan pada masuknya produk, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan penciptaan nilai tambah.
Sebelumnya, Indonesia juga telah menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan itu membuka ruang business matching dan forum bisnis antara perusahaan kedua negara.
Dengan komunikasi yang terus berjalan antara pemerintah, parlemen, dan pelaku usaha, kerja sama RI-Rusia diharapkan berkembang menjadi kemitraan strategis. Lokalisasi teknologi Rusia di Indonesia ditargetkan memperkuat kemampuan industri nasional sekaligus membuka akses pasar Rusia dan kawasan Eurasia bagi produk Indonesia.