INDUSTRY.co.id, Padang, Agustus 2026 – Enam bulan setelah banjir bandang melanda Sumatera Barat pada November 2025, dua kawasan terdampak di Kabupaten Solok dan Kabupaten Padang Pariaman dan masih bergulat dengan pemulihan.
Tim dosen Universitas Bung Hatta Kota Padang meluncurkan program DARLING (Dapur Air dan Lingkungan), memberdayakan ibu rumah tangga dalam pengelolaan air dan sampah untuk membangun ketangguhan pascabencana yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Bencana November 2025 menyebabkan kerusakan parah. Permasalahan utama di kedua wilayah: krisis air bersih dan penumpukan sampah organik.
DARLING menghadirkan dua teknologi tepat guna. Dapur Air adalah sistem pemanenan air hujan yang dapat mengurangi pembelian air bersih. Dapur Lingkungan adalah komposter yang mengolah limbah organik menjadi kompos berkualitas yang dapat mengurangi volume sampah.
Program melibatkan ibu rumah tangga dan pemerintah setempat, dengan pendekatan partisipatif (Participatory Action Research dan Community-Based Adaptation). Mitra terlibat aktif dari perencanaan, pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi.
" Program ini membangun kapasitas, kedaulatan, dan kepemimpinan perempuan. Ibu rumah tangga kami tempatkan sebagai pelaksana dan pengelola teknologi, bukan hanya penerima manfaat," ujar Edwina Zainal, Ketua Tim Pelaksana dari Universitas Bung Hatta.
Program ini selaras dengan SDGs (poin 6, 11, 14), mendukung IKU Perguruan Tinggi, dan sejalan dengan Asta Cita.
" Kami berharap DARLING menjadi model pemberdayaan pascabencana yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di nagari lain dengan kerentanan serupa," pungkas Edwina.