Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp508,2 triliun pada tahun 2026. Anggaran ini mencakup berbagai program bantuan pemerintah yang menyasar keluarga miskin dan rentan miskin di seluruh Indonesia.
Berikut daftar lengkap bantuan pemerintah 2026 yang masih berjalan, beserta nominal dan jadwal pencairannya.
1. PKH (Program Keluarga Harapan)
PKH merupakan program bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin terdaftar di DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) kategori Desil 1-4. Total penerima mencapai sekitar 10 juta keluarga (KPM).
Berikut rincian nominal per tahap (per kuartal):
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000
- Anak usia dini (0-6 tahun): Rp750.000
- Siswa SD: Rp225.000
- Siswa SMP: Rp375.000
- Siswa SMA: Rp500.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Lanjut usia: Rp600.000
Jadwal pencairan 2026 terbagi empat tahap:
- Tahap 1: Januari-Maret (cair Maret 2026)
- Tahap 2: April-Juni (cair Mei-Juni 2026)
- Tahap 3: Juli-September (cair Agustus-September 2026)
- Tahap 4: Oktober-Desember (cair Oktober 2026)
2. BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai)
BPNT atau Bantuan Sembako disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari BNI sebesar Rp200.000 per bulan. Pencairan dilakukan per tiga bulan sekaligus, yakni Rp600.000 per tahap.
Target penerima adalah keluarga miskin Desil 1-4 dengan total sekitar 18 juta KPM. Jadwal pencairan mengikuti pola kuartal yang sama dengan PKH, dengan Tahap 1 mulai cair pada 6 Maret 2026.
3. Bansos Beras (Bantuan Pangan Beras)
Program bantuan beras dari pemerintah disalurkan melalui Perum Bulog oleh Bapanas. Pada 2026, penerima mendapat 10 kg beras per bulan yang dicairkan per kuartal.
Detail penyaluran 2026:
- Tahap 1: 20 kg beras + 4 liter minyak goreng (mulai 30 Maret 2026)
- Tahap 2: 30 kg beras (mulai 17 Agustus 2026)
- Tahap 3: 30 kg beras (hingga September 2026)
- Tahap 4: 30 kg beras (Oktober-Desember 2026)
Anggaran stimulus bantuan pangan semester II 2026 mencapai Rp26,34 triliun dengan total penerima sekitar 33,24 juta KPM.
4. BLT Dana Desa (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa)
BLT Dana Desa diberikan kepada keluarga miskin ekstrem di desa yang belum menerima PKH atau BPNT. Nominal bantuan Rp300.000 per bulan, dicairkan Rp900.000 per tiga bulan.
Penerima dipilih melalui musyawarah desa berdasarkan regulasi Permendesa No. 16 Tahun 2025. Pencairan dilakukan empat tahap per kuartal sepanjang 2026.
5. PIP (Program Indonesia Pintar)
PIP merupakan bantuan pendidikan untuk peserta didik dari keluarga miskin. Pada 2026, terjadi perubahan signifikan yakni penghapusan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Kini cukup terdaftar di DTSEN untuk menjadi penerima.
Nominal bantuan per tahun:
- TK/SD/Paket A: Rp450.000/tahun (Rp225.000/semester)
- SMP/Paket B: Rp750.000/tahun (Rp375.000/semester)
- SMA/SMK/Paket C: Rp1.800.000/tahun (Rp900.000/semester)
Pencairan terbagi tiga termin per semester. Sekolah juga bisa mengusulkan penerima baru melalui sistem SIPINTAR.
6. PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan)
Pemerintah menanggung iuran BPJS Kesehatan sepenuhnya bagi warga miskin dan rentan miskin kategori Desil 1-5. Kuota penerima mencapai sekitar 96-98 juta jiwa, dengan total intervensi hingga 156,8 juta jiwa per Februari 2026.
Pada 2026, pemerintah melakukan pembersihan data dan menemukan sekitar 1.824 orang dari kelompok mampu yang tetap menerima PBI JKN.
7. Subsidi Listrik
Subsidi listrik untuk rumah tangga miskin tetap berlanjut di 2026:
- Golongan 450 VA: Disubsidi 100% oleh pemerintah (gratis)
- Golongan 900 VA Rumah Tangga Tidak Mampu (RTM): Tetap disubsidi
- Golongan 900 VA Rumah Tangga Mampu: Tidak disubsidi (tarif penuh)
Menteri ESDM mengonfirmasi hingga Juli 2026 belum ada rencana peralihan pelanggan 450 VA ke 900 VA.
Program Baru dan Perubahan di 2026
DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional)
Sejak 2026, seluruh program bansos menggunakan sistem DTSEN yang menggantikan DTKS lama. Sistem ini menggunakan kategori desil 1-10 untuk menentukan kelayakan penerima. Data bersifat dinamis dan bisa berubah setiap triwulan berdasarkan survei terbaru.
PPSE (Program Peningkatan Skala Ekonomi)
Program baru berupa bantuan modal usaha Rp5 juta per penerima yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat miskin untuk meningkatkan skala usaha. Program ini mulai digulirkan pada pertengahan 2026.
Bansos Pangan Ramadhan
Program khusus menjelang Lebaran 2026 berupa bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng per KPM yang disalurkan mulai 10 Maret 2026, di luar program reguler.
Wacana BLT Terintegrasi Rp5,4 Juta/Tahun
Pemerintah melalui Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana mengubah semua bansos barang menjadi transfer tunai dengan total bantuan terintegrasi Rp5,4 juta per orang per tahun. Namun rencana ini masih dalam tahap kajian dan belum diimplementasikan.
Cara Cek Penerima Bantuan 2026
Masyarakat bisa mengecek status kepesertaan bansos melalui beberapa cara:
- Website resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Aplikasi Cek Bansos di Play Store dan App Store
- Hubungi Kemensos di nomor 021-171
- Datang langsung ke Dinas Sosial setempat
Pastikan data kependudukan di Dukcapil sudah benar dan terbaru karena seluruh verifikasi penerima kini berbasis DTSEN.