INDUSTRY.co.id - Cileungsi-PT Astra Mitra Ventura (Astra Ventura), sebagai salah satu anak perusahaan Grup Astra yang bergerak pada bidang jasa keuangan modal ventura, mengadakan kunjungan lapangan (genba) ke usaha kecil menengah (UKM) manufaktur komponen otomotif mitra usaha Astra Ventura. Genba merupakan wujud nyata dari Astra Ventura untuk mendukung UKM Indonesia naik kelas.
Genba diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para mitra usaha untuk menunjukkan kualitas produksi dan kreativitas pengembangan produk mereka serta memunculkan peluang pasar bagi bisnis mereka dengan value chain Grup Astra.
Genba, yang dihadiri oleh Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto yang didampingi oleh Presiden Komisaris Astra Ventura Suparno Djasmin dan Presiden Direktur Astra Ventura Jefri R. Sirait serta eksekutif Grup Astra, mengunjungi PT Laksana Tekhnik Makmur yaitu manufaktur komponen otomotif original equipment manufacturer (OEM) metal dan plastik serta PT Rekadaya Kreasi Indonesia yang merupakan manufaktur komponen otomotif non-woven felt. Kedua UKM tersebut bergerak di sektor industri manufaktur.
Presiden Direktur Astra Ventura Jefri R menekankan pada inovasi dan sinergi, kedua mitra usaha Astra Ventura terus menunjukkan inovasi dan sinergi pada masing-masing perusahaan. Berbekal berbagai pelatihan dan pendampingan dari Astra Ventura dan Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), seperti pelatihan Manajemen Sistem, Manajemen SDM dan Manajemen Produksi, PT Laksana Tekhnik Makmur telah mengembangkan bisnisnya dengan melakukan diversifikasi produk ke sektor maritim dan alat kesehatan. Produk interior kapal yang dihasilkan PT Laksana Tekhnik Makmur saat ini bahkan telah dijadikan acuan standar bagi perusahaan kapal nasional yaitu PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP). PT Laksana Tekhnik Makmur semenjak menjadi mitra usaha Astra Ventura dan menjadi binaan YDBA telah naik kelas dari UKM kecil ke menengah.
“Melalui program pengembangan serta pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kompetensi dapat meningkatkan pertumbuhan mereka. Tapi tidak cukup hanya dengan inovasi, mereka perlu bersinergi dengan seluruh roda penggerak industri seperti pemerintah dan instansi terkait.” kata dia di Cileungsi, Selasa (5/9/2017).
Serupa dengan PT Laksana Tekhnik Makmur, setelah mendapat pengembangan dan pelatihan, PT Rekadaya Kreasi Indonesia saat ini juga telah berhasil menjadi inisiator dan penemu Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komponen peredam suara berbahan dasar tekstil. PT Rekadaya Kreasi Indonesia berhasil menghasilkan bahan dasar tekstil dengan komposisi produk yang lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas peredam suara. Tak berhenti begitu saja, sinergi pun terus dilakukan dengan Astra Ventura dan Grup Astra lainnya untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan berbagai produknya. PT Rekadaya Kreasi Indonesia sendiri telah berhasil naik kelas dengan pertumbuhan yang sangat pesat, yaitu dari UKM kecil dan sekarang telah menjadi perusahaan kategori besar.