INDUSTRY co.id -Jayapura - Manajemen PT Pertamina (Persero) Retail II Papua terus berupaya meningkatkan penjualan pertalite di empat kabupaten yang menjadi wilayah tugasnya yaitu Kabupaten Biak Numfor, Nabire, Mimika dan Yapen.

Advertisement

"Saya ingin di empat kabupaten tersebut total konsumsi pertalite bisa mencapai 50%. Kebetulan di Yapen belum ada pertalite, jadi di tiga kabupaten lainnya harus bisa menutupi," ujar Sales Executive Retail II Papua Pertamina MOR VIII, Fresly Leo Chandra Hutapea, Minggu (3/9/2017).

Ia mengatakan, meski dari empat kabupaten tersebut belum seluruhnya menjual pertalite, yaitu di Kabupaten Yapen, pihaknya meyakini target yang ditetapkan bisa tercapai. Sisa waktu di 2017, Pertamina akan terus membuat program yang bisa mendorong para pengguna premium beralih ke pertalite.

Advertisement

"Sampai hari ini realisasinya baru 48%, jadi wilayah lain harus bisa lebih tinggi lagi untuk menutup tidak adanya penjualan pertalite di Yapen," ungkapnya.

"Selama ini konsumsi premium di Nabire 70 kl/hari, lalu Mimika 80 kl/hari, Biak Numfor 60 kl/hari, Yapen 35 kl/hari," lanjutnya.

Advertisement

Fresly menjelaskan, dengan semakin banyaknya kendaraan yang menggunakan pertalite maka akan dapat membuat mesin kendaraan lebih bertenaga dan lebih irit.

"Selama ini masyarakat mengenal premium dengan Ron 88 dan Pertamax dengan Ron 92, dan sekarang hadir pertalite dengan ron 90. Keistimewaannya adalah harganya tidak mahal," katanya.

Advertisement

"Selain lebih irit, juga ada manfaat lain bagi daerah, karena sulfurnya lebih rendah sehingga untuk pencemaran udara juga lebih baik dan ini membantu menjaga kehidupan kota kita yang makin bersih," ujar Fresly. (Ant)