INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Industri perhotelan mulai menikmati efek berganda dari berkembangnya sport tourism di Indonesia. Penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional tidak lagi hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi bisnis akomodasi, terutama di destinasi berkembang.

Fenomena tersebut tercermin dari penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 di Kabupaten Wonosobo. RedDoorz sebagai Official Accommodation Partner mencatat tingkat okupansi jaringan propertinya di Wonosobo meningkat menjadi 81% selama penyelenggaraan acara, jauh di atas rata-rata normal yang berada di kisaran 60%. Sementara itu, 21 properti yang berada di sekitar kawasan Sindoro Sumbing juga membukukan okupansi hingga 70%.

Kenaikan tingkat hunian tersebut diikuti lonjakan permintaan kamar. Selama periode acara, jumlah pemesanan akomodasi meningkat sekitar 30% menjadi lebih dari 1.500 reservasi. Tak hanya itu, rata-rata lama menginap wisatawan juga bertambah dari satu malam menjadi tiga malam, menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga mampu memperpanjang aktivitas ekonomi di destinasi.

Head of Government Relations RedDoorz, Gusti Raganata, mengatakan industri perhotelan kini mulai melihat perubahan pola permintaan wisata. Wisatawan tidak lagi semata memilih tujuan perjalanan, melainkan menjadikan event olahraga sebagai alasan utama untuk bepergian.

"Kami melihat perubahan perilaku wisatawan. Jika sebelumnya orang memilih destinasi terlebih dahulu, kini semakin banyak yang memilih mengikuti sebuah event, kemudian menyusun perjalanan mereka di sekitarnya. Sport tourism menciptakan permintaan perjalanan yang lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi destinasi berkembang untuk menarik wisatawan baru," ujar Gusti.

Menurutnya, perubahan tersebut membuka peluang bagi operator hotel untuk meningkatkan tingkat hunian di luar musim liburan sekaligus memperluas pasar ke daerah-daerah yang sebelumnya belum menjadi tujuan wisata utama.

Prospek industri ini dinilai semakin besar seiring dorongan pemerintah menjadikan sport tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan pariwisata nasional. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, nilai industri sport tourism global diperkirakan mencapai US$625 miliar atau sekitar Rp11.306 triliun, mencerminkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku industri akomodasi dan pariwisata.

Wonosobo menjadi salah satu contoh daerah yang mampu memanfaatkan momentum tersebut. Sindoro Sumbing Triathlon 2026 yang bertepatan dengan HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo berhasil menarik sekitar 10.000 pengunjung, terdiri atas sekitar 200 atlet triathlon, total sekitar 600 atlet beserta pendamping, serta sekitar 7.000 peserta Fun Walk. Arus kunjungan tersebut turut mendorong permintaan terhadap hotel, transportasi, kuliner, hingga produk UMKM setempat.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri perhotelan menjadi faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan event berskala besar.

"Penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang baik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang," katanya.

Saat ini RedDoorz memiliki jaringan 56 properti di Kabupaten Wonosobo, termasuk 21 properti yang berlokasi sekitar 15 menit dari arena perlombaan. Perseroan menilai penguatan ekosistem sport tourism akan menjadi salah satu strategi untuk menciptakan permintaan yang lebih stabil bagi industri akomodasi sekaligus mempercepat pemerataan pertumbuhan pariwisata nasional.

"Bagi kami, sport tourism bukan hanya menciptakan lonjakan permintaan akomodasi saat acara berlangsung, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi-destinasi berkembang kepada wisatawan baru. Ke depan, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun penyelenggara acara untuk memperkuat ekosistem sport tourism dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik yang lebih merata," tutup Gusti.