INDUSTRY.co.id - Jakarta, Meningkatnya investasi kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data di Asia mendorong perusahaan penyedia infrastruktur digital kritis, Vertiv (NYSE: VRT), memperluas kapasitas produksinya.
Perusahaan resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur baru di Senai, Johor, Malaysia, sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok sekaligus mempercepat penyediaan solusi bagi pasar Asia.
Fasilitas seluas sekitar 21.900 meter persegi atau 236.000 kaki persegi tersebut akan melayani kebutuhan pelanggan di Asia Tenggara, Asia Utara, Australia, hingga Selandia Baru.
Selain manufaktur, lokasi ini juga mengintegrasikan layanan rekayasa, logistik, dan implementasi untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur digital berskala besar.
Chief Executive Officer Vertiv, Giordano (Gio) Albertazzi, mengatakan Asia menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan investasi AI dan infrastruktur digital paling pesat sehingga membutuhkan kapasitas produksi yang lebih besar dan responsif.
"Asia terus menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan investasi AI dan infrastruktur digital tercepat. Melalui perluasan kapasitas manufaktur di Malaysia, kami semakin memperkuat kemampuan untuk mendukung pelanggan dengan kualitas, kecepatan, skala, dan ketahanan yang mereka butuhkan," ujar Albertazzi.
Menurut dia, perkembangan infrastruktur AI menuntut ketersediaan solusi daya, pendinginan, dan infrastruktur digital yang mampu diimplementasikan dalam waktu singkat dengan kapasitas besar.
"Seiring dengan berkembangnya kebutuhan komputasi di berbagai generasi infrastruktur AI, pelanggan membutuhkan mitra yang mampu menyediakan solusi daya, pendinginan, dan infrastruktur dalam skala besar. Fasilitas kami di Johor semakin meningkatkan kemampuan kami untuk membantu pelanggan membangun infrastruktur digital kritis dengan lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang di seluruh Asia," katanya.
Pabrik baru tersebut diproyeksikan menyerap hingga 500 tenaga kerja terampil ketika mulai beroperasi penuh pada 2027.
Kehadirannya juga diharapkan memperkuat ketahanan rantai pasok regional di tengah meningkatnya pembangunan pusat data berbasis AI.
Fasilitas Johor memiliki kemampuan memproduksi berbagai solusi infrastruktur digital, mulai dari sistem pendinginan cairan Vertiv™ CoolChip Coolant Distribution Unit (CDU), solusi daya prefabrikasi Vertiv™ Power Module dan Vertiv™ Power Skid, hingga sistem infrastruktur overhead Vertiv™ SmartRun yang dirancang untuk mempercepat pembangunan pusat data.
Selain mengadopsi teknologi otomasi, fasilitas tersebut dilengkapi area validasi sistem pendinginan cairan, pengujian performa daya terintegrasi, serta proses pengujian menyeluruh sebelum produk dikirim kepada pelanggan.
Seluruh operasionalnya dijalankan sesuai standar kualitas global Vertiv dan sertifikasi ISO.
Di sisi lain, Chief Executive Officer Invest Johor, Tuan Haji Natazha Hariss, menilai investasi Vertiv memperkuat posisi Johor sebagai salah satu pusat manufaktur berteknologi tinggi dan infrastruktur digital di kawasan.
"Kami menyambut baik investasi Vertiv di Johor, yang mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap peran Johor sebagai pusat strategis infrastruktur digital dan manufaktur canggih. Lebih dari sekadar investasinya, yang paling bermakna adalah terciptanya lapangan kerja bernilai tinggi, peluang pengembangan talenta lokal, dan penguatan kapabilitas industri yang akan memberikan manfaat bagi Johor dalam jangka panjang," ujarnya.
Sementara itu, Vice President and General Manager Vertiv Asia, Paul Churchill, mengatakan lokasi Johor dipilih karena memiliki konektivitas regional yang kuat, ekosistem teknologi yang berkembang, serta ketersediaan tenaga kerja terampil.
"Fasilitas Johor dirancang untuk semakin memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pelanggan di seluruh Asia melalui kolaborasi regional yang lebih erat serta implementasi infrastruktur yang lebih cepat dan responsif untuk berbagai proyek yang kompleks," kata Churchill.
Ia menambahkan bahwa kedekatan dengan pelanggan akan menjadi faktor penting seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI berkepadatan tinggi di kawasan Asia.