INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi dalam mendukung distribusi barang nasional. 

Hingga Mei 2026, perusahaan berhasil mengelola volume angkutan barang mencapai 6,8 juta ton yang terdiri atas berbagai komoditas strategis guna memenuhi kebutuhan sektor industri di berbagai wilayah operasional.

Pencapaian tersebut menegaskan kontribusi KAI Logistik dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional melalui layanan logistik berbasis kereta api yang didukung konektivitas multimoda. 

Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan distribusi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, perusahaan terus memperluas kapasitas layanan untuk melayani pengiriman retail maupun komoditas berskala besar.

Sepanjang Mei 2026, KAI Logistik mencatat pengelolaan angkutan barang sebesar 1,7 juta ton. Volume tersebut didominasi angkutan batu bara sebesar 1,1 juta ton. 

Sementara itu, angkutan peti kemas mencapai 267 ribu ton, layanan pra dan purna BBM/BBK sebanyak 224 ribu ton, angkutan semen sekitar 38 ribu ton, pengiriman barang retail 6 ribu ton, serta angkutan limbah B3 sebesar 684 ton yang memerlukan penanganan khusus sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan bahwa sejumlah lini bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh peningkatan angkutan multikomoditas dan layanan pengiriman retail yang menjadi fokus pengembangan perusahaan.

“Secara year-on-year hingga Mei 2026, pengiriman barang retail tumbuh 37 persen, sementara angkutan peti kemas meningkat 24 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan logistik berbasis kereta api untuk mendukung aktivitas distribusi mereka,” ujar Yuskal.

Selain memperkuat layanan yang telah berjalan, KAI Logistik juga terus mengembangkan portofolio bisnis melalui optimalisasi perannya sebagai operator logistik multimoda. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada tahun ini adalah pengoperasian layanan angkutan Crude Palm Oil (CPO). Pada tahap awal operasional, layanan tersebut telah mengelola volume pengangkutan sebesar 17 ribu ton.

Menurut Yuskal, diversifikasi komoditas dan pengembangan layanan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan moda transportasi logistik yang lebih efisien, khususnya bagi kebutuhan distribusi dalam volume besar.

Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat layanan logistik berbasis kereta api serta memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan efisiensi distribusi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung upaya penurunan biaya logistik nasional.

“Ke depan, kami optimistis penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional dapat memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi distribusi barang, peningkatan konektivitas, dan daya saing industri nasional,” tutup Yuskal.