INDUSTRY.co.id - Jakarta – Gedung perkantoran yang terhubung dengan transportasi publik seperti MRT, LRT, KRL hingga TransJakarta kini semakin menjadi incaran perusahaan di Jakarta. Bukan sekadar soal kemudahan akses, konektivitas transportasi kini dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan penyewaan kantor hingga nilai aset properti.
Temuan tersebut terungkap dalam pengamatan Office Services Colliers Indonesia yang menyebut akses terhadap transportasi massal telah mengubah peta pasar perkantoran di Jakarta secara signifikan. Di tengah tantangan mobilitas di kawasan Jabodetabek yang semakin kompleks, perusahaan mulai mengubah strategi dalam menentukan lokasi tempat kerja.
Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo mengatakan, konektivitas kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan faktor penting dalam menentukan daya saing sebuah gedung.
"Konektivitas berperan dalam mentransformasi nilai aset real estat. Gedung kantor yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi menunjukkan daya tarik permintaan yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis," ujar Bagus dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil pengamatan terbaru, Colliers menemukan bahwa aksesibilitas kini bahkan mengalahkan berbagai pertimbangan lain dalam keputusan penyewaan kantor di Jakarta.
Salah satu temuan yang cukup mencuri perhatian adalah tingkat okupansi gedung perkantoran yang memiliki akses MRT dan LRT tercatat 8%-9% lebih tinggi dibandingkan gedung yang tidak memiliki konektivitas transportasi massal.
Selain itu, keterhubungan antara gedung perkantoran dengan jaringan transportasi terintegrasi juga dinilai semakin sesuai dengan kebutuhan dan prioritas para penyewa.
Colliers juga menyoroti munculnya fenomena "connectivity premium", yakni nilai tambah yang tercipta ketika lokasi gedung kantor berada dekat atau terhubung dengan simpul transportasi utama.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi bisnis properti. Ketersediaan akses transportasi yang terintegrasi juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas karyawan, menekan tingkat stres selama perjalanan, hingga membantu perusahaan mempertahankan talenta terbaik.
Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah persaingan mencari dan mempertahankan tenaga kerja berkualitas.
Di sisi lain, gedung perkantoran yang berada di luar jalur utama transportasi juga didorong untuk beradaptasi agar tetap kompetitif. Sejumlah strategi yang dapat diterapkan antara lain menawarkan harga sewa yang lebih kompetitif, menyediakan layanan antar-jemput menuju titik transportasi publik, meningkatkan fasilitas gedung, hingga menghadirkan konsep ruang kerja fleksibel.
Colliers menilai perkembangan sistem transportasi di Jakarta ke depan akan semakin memperkuat tren ini. Aksesibilitas diperkirakan akan menjadi salah satu faktor terpenting yang menentukan permintaan pasar perkantoran di masa mendatang.