INDUSTRY.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto menjadi salah satu pembaca puisi di Panggung Puisi RMOL, Kamis malam (22/12).
Wiranto mengaku, mencoba menulis puisi untuk dibawakannya. Namun dengan sedikit bercanda, Wiranto mengatakan ketika ia hendak menulis puisi, yang keluar adalah tentang pekerjaannya sehari-hari.
"Saya coba nulis puisi, tapi yang keluar malah cyber pungli, berantas korupsi, Operasi Tangkap Tangan," canda Wiranto di Jaya Suprana School and Performing Arts di Mall of Indonesia.
"Daripada saya pusing-pusing, saya sangat ingat saran sahabat saya, seorang penyair. Jadi saya pilih puisi dia," imbuhnya seperti dikutip dari Rmol.
Sahabat yang dimaksud Wiranto adalah penyair WS Rendra. Ia pun mengisahkan persahabatannya dengan Rendra.
Di tahun 90-an, masih ada atribut yang memisahkan bangsa Indonesia dari kesamaan yakni formalitas.
Setelah tahun 2000-an, muncul semangat kesatuan jiwa dan perasaan bangsa Indonesia. Ia pun kerap berbincang dengan Rendra mengenai hati nurani, yang merupakan sumber kejujuran dan kebenaran.
Wiranto pun membeberkan, ia pernah menawarkan Rendra untuk masuk politik. Namun ditolak oleh penyair kawakan itu.
"Saya menawarkan sahabat saya itu ke masuk politik. (Dijawab) tidak bisa katanya. (Katanya) Politik kotor. Saya berdebat dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi," beber Wiranto.
Pada akhirnya, lanjut Wiranto, mereka mendapatkan kesepakatan bahwa hari nurani bisa masuk ke politik, sebagai pencerah bagi politisi. Politik memang kotor, tapi pada dasarnya selalu diawali dengan hati yang bersih.
"Tuhan menciptakan hati manusia dengan hati sebersih kertas. Tentunya bisa kita bersihkan, untuk kembali putih bersih dihadapan Tuhan," kata Wiranto.
Wiranto kemudian, usai membawakan puisi buatan sahabatnya tersebut, melanjutkan penampilannya dengan menyanyikan sebuah lagu romantis diiringi oleh pianis dari Jaya Suprana School of Arts and Performance. (Hrb)