INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus melaju seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap mobilitas rendah emisi dan percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Di tengah pertumbuhan tersebut, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penentu untuk menjaga momentum adopsi electric vehicle (EV).
Sejumlah proyeksi industri menunjukkan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia masih akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan agenda transisi energi bersih yang didorong pemerintah. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pemain infrastruktur pengisian daya untuk memperkuat ekspansi bisnis.
Menangkap peluang itu, BlueCharge mempercepat perluasan jaringan charging station di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Perusahaan yang berada di bawah naungan Centrepark Group ini mengandalkan integrasi jaringan dengan fasilitas publik untuk memperluas akses pengguna EV.
Dengan dukungan Centrepark Group yang mengelola lebih dari 700 lokasi di Indonesia, BlueCharge memanfaatkan ekosistem parkir dan properti sebagai titik masuk pengembangan stasiun pengisian daya. Strategi ini dinilai efektif karena mampu menyasar area dengan tingkat mobilitas tinggi seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga kawasan residensial.
Saat ini, jaringan BlueCharge telah hadir di sejumlah lokasi premium seperti Central Park, Kuningan City, Margo City, Pelindo Tower, Capital Place, Sudirman Tower Condominium, hingga Metropole. Khusus di Metropole, perusahaan menghadirkan fasilitas DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dalam waktu lebih singkat untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat urban yang semakin dinamis.
Ekspansi infrastruktur charging juga dinilai menjadi katalis transformasi di sektor properti. Kehadiran fasilitas pengisian daya kini mulai bergeser dari sekadar fasilitas pelengkap menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan properti modern.
Bagi pemilik properti, penyediaan charging station dinilai dapat meningkatkan daya tarik kawasan, mendatangkan lalu lintas pengunjung baru, sekaligus memperkuat positioning aset di tengah meningkatnya tren kendaraan listrik. Selain itu, fasilitas tersebut juga dapat mendukung target keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) yang kini semakin menjadi perhatian pelaku bisnis.
Dari sisi teknologi, BlueCharge menawarkan sistem pengisian daya berbasis digital yang memungkinkan pengguna mengakses lokasi charging, memantau proses pengisian secara real-time, hingga melakukan pembayaran secara cashless melalui aplikasi terintegrasi.
Perusahaan juga menyediakan opsi AC Charger dengan kapasitas 7 kW hingga 22 kW untuk kebutuhan pengisian reguler, serta DC Fast Charging untuk pengisian cepat. Sistem operasionalnya dilengkapi dashboard monitoring untuk membantu mitra dalam mengelola operasional sekaligus memperoleh insight berbasis data.
BlueCharge menilai penguatan infrastruktur charging menjadi fondasi utama dalam mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Tanah Air. Perusahaan optimistis charging station akan menjadi bagian dari pola mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Ke depan, charging station akan menjadi bagian dari ekosistem mobilitas sehari-hari, bukan lagi fasilitas tambahan. Kami ingin memastikan akses yang mudah dan merata bagi pengguna kendaraan listrik di berbagai kota,” ujar perwakilan BlueCharge.
Ke depan, BlueCharge membidik ekspansi ke lebih banyak kota besar dan kota lapis kedua (secondary city) dengan memanfaatkan sinergi bersama Centrepark Group. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pengisian daya secara lebih merata dan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional, sejalan dengan target pengurangan emisi karbon Indonesia.