INDUSTRY.co.id, Palembang - Selain memiliki keindahan alam, budaya dan adat istiadat, Palembang juga memilki kain khas yang mendunia dan mempunyai nilai jual yang tinggi di pasaran. Memiliki corak yang berbeda dengan daerah lainnya, membuat Palembang makin dunia.
Dibuka sejak bulan Februari 2017, Griya Kain Tuan Kentang ini merupakan salah satu binaan dari Bank Indonesia yang berfungsi untuk membantu masyarakat sekitar untuk menaruh kain buatannya dan dijualkan oleh para wisatawan yang berkunjung.
Menurut Rudi Hairudin, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengatakan, "Di sini ada 240 pengrajin yang statusnya mulai dari ibu-ibu hingga bapak-bapak juga ada, kita juga produksi baju juga dan di sini disebut sebagai Kampung Kain," katanya kepada Industry.co.id, di Palembang, Selasa (22/8/2017).
Gedung ini punya Pemkot Palembang, tambahnya, kita bina semuanya mulai dari soft skill yang mereka punya, bagaimana caranya mengelola keuangan, hingga menghandle medsos. "Idealnya benar-benar kita dampingi dan kita bina sampai bisa baru kita bina lagi kelompok lainnya, dan dari awal pembukaan pada Februari lalu, kita sudah capai pendapatan hingga Rp 500 juta, mungkin sekarang lebih," ujarnya.
Sementara, Habibi selaku Ketua Pembinaan Usaha Griya Kain Tuan Kentang, mengungkapkan, "Di sini kita ada tiga macam kain, yakni kain Songket yang paling khas punya Palembang, Tajung dan kain Jumputan."

Habibi, Ketua Pembinaan Usaha Griya Kain Tuan Kentang (Foto:Chodijah Febriyani/Industry.co.id)
Habibi menjelaskan, Kain Tajung itu hampir mirip dengan kain songket, tetapi untuk proses pembuatannya berbeda yakni dengan ditenunt terlebih dahulu dan dengan alat tenun bukan mesin.
Selain itu, tambah Dia untuk proses pembuatan kain Jumputan, memiliki tujuh tahapan. "Untuk kain sepanjang dua hingga empat meter, proses pembuatannya selama satu bulan, lalu untuk motifnya dari Gajah Mada, Mawar, Ubur-ubur, Cantik Manis, hingga yang kini sedang diminati yaitu Blongket," sambungnya.
Ia berkata, Kain Blongket merupakan perpaduan blongsong dan motif songket. Perpaduan ini merupakan memiliki tujuh titik yang menjadi khas Palembang.
"Untuk harga, kisaran mulai dari Rp 100 ribu tergantung dari kesulitan pembuatan, ukuran dan motif. Sedangkan untuk Kain Tenun dan Jumputan mulai dari hari Rp 650 ribu," katanya.
Menurutnya, untuk menjelang Asian Games 2018, peluangnya sudah disiapkan, "Kami menyiapkan aksesoris, syal, tas dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu," sambungnya.
"Ke depan, harapannya dengan dibangunnya Griya Tuan Kentang ini dapat mensejahterakan masyarakat Palembang dan semakin bisa memproduksikan pasarnya di luar Kota Palembang," pungkasnya, Habibi.