INDUSTRY.co.id - Jakarta – Upaya mendorong ekonomi sirkular di sektor industri nasional kian menguat. Perusahaan material science global, Dow Inc., menggandeng PT Sadikun Niagamas Raya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk memperluas solusi kemasan sirkular di Indonesia, dengan fokus pada penggunaan resin daur ulang pascakonsumen untuk botol pelumas.

Kesepakatan yang diteken pada 11 Februari tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat adopsi material ramah lingkungan di pasar kemasan kaku nasional, sekaligus mendukung target pemerintah menuju emisi nol bersih atau net-zero emission pada 2060.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan memperluas penggunaan resin daur ulang pascakonsumen Dow REVOLOOP™ pada aplikasi botol pelumas. Langkah tersebut diarahkan untuk menekan jejak karbon produk sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi sirkular di sektor industri dan mobilitas.

Kolaborasi ini dinilai relevan dengan agenda keberlanjutan nasional, terutama dalam penguatan kapasitas daur ulang domestik, pengurangan kebocoran limbah plastik, serta percepatan implementasi ekonomi sirkular di berbagai sektor strategis.

Fokus utama kerja sama berada pada segmen kemasan kaku, khususnya aplikasi blow moulding untuk botol pelumas. Dow dan Sadikun juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai, mulai dari produsen botol hingga pemilik merek pelumas, guna memperluas adopsi material PCR (post-consumer recycled).

Wakil Presiden Komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics, Bambang Candra, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem industri yang lebih berkelanjutan.

“Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan mendalam Dow akan kekuatan kolaborasi rantai nilai dalam mewujudkan praktik berkelanjutan,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, pasar kemasan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, sehingga kebutuhan akan inovasi material yang lebih bertanggung jawab semakin mendesak.

“Sebagai salah satu segmen kemasan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, kami terus merancang dan mengembangkan material secara bertanggung jawab untuk membantu membangun ekosistem yang lebih sirkular di Indonesia dan kawasan sekitarnya,” katanya.

Kerja sama terbaru ini juga melanjutkan kemitraan strategis yang sebelumnya telah terjalin antara kedua pihak. Sebelumnya, Dow dan Sadikun telah berhasil mengomersialkan material Dow XUS 60934.01 pada kemasan kaku pelumas merek Sadikun berkapasitas 20 liter.

Presiden Direktur PT Sadikun Niagamas Raya, Antawirya Husen, mengatakan integrasi resin daur ulang ke dalam proses produksi akan memperkuat daya saing perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan solusi kemasan berkelanjutan.

“Dengan mengintegrasikan resin daur ulang pasca-konsumen REVOLOOP™ ke dalam produksi kami, kami dapat menawarkan kemasan kaku berkualitas tinggi dan andal yang mendukung transisi pelanggan menuju portofolio produk yang lebih sirkular,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini sekaligus mempertegas posisi Sadikun dalam memenuhi kebutuhan sektor mobilitas dan industri yang terus berkembang, sembari berkontribusi pada efisiensi penggunaan sumber daya nasional.

Secara bisnis, kolaborasi ini membuka ruang ekspansi baru di industri kemasan kaku yang tengah tumbuh pesat, sekaligus memperkuat penetrasi Dow di pasar Indonesia melalui jaringan distribusi Sadikun yang telah mapan di sektor pelumas.

Dengan meningkatnya tuntutan pasar terhadap produk berjejak karbon rendah, kemitraan ini berpotensi menjadi katalis bagi percepatan transformasi industri menuju model ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.