INDUSTRY.co.id - Jakarta – Politikus senior Ginandjar Kartasasmita resmi meluncurkan buku biografinya yang berjudul “Pengabdian dari Masa ke Masa: Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran” pada Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-85.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (PBK) dan ditulis oleh wartawan senior Kompas, Suhartono dkk., ini mengulas secara komprehensif perjalanan panjang Ginandjar dalam berbagai era pemerintahan Indonesia, mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, hingga masa reformasi.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, mantan Menteri PPN Sofyan A. Djalil, hingga mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai, Ginandjar merupakan sosok kunci dalam pembangunan nasional, terutama dalam meletakkan fondasi hilirisasi dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia.

“Saya mengenal Pak Ginandjar sebagai sosok yang sangat tegas dan disiplin. Kultur kerja yang beliau bangun masih terasa di Bappenas hingga sekarang,” ujar Rachmat di Jakarta.

Menurutnya, warisan kepemimpinan Ginandjar terlihat dari kualitas sumber daya manusia di Bappenas yang terbentuk pada masanya. Ia juga menekankan bahwa pemikiran Ginandjar terkait industrialisasi berbasis agroindustri masih sangat relevan hingga kini.

“Beliau meletakkan dasar-dasar hilirisasi dan pengembangan wirausaha. Kalau ide-ide ini dilanjutkan, insya Allah kita bisa mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Rachmat.

Karier Ginandjar di pemerintahan dimulai sejak 1965. Ia berkiprah selama 32 tahun di era Presiden Soeharto, serta turut berperan pada masa Presiden BJ Habibie. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR (1999–2004), Ketua DPD (2004–2009), dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2009–2014).

Dalam buku tersebut, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla turut memberikan sambutan. Ia menyebut Ginandjar sebagai figur yang hadir di berbagai fase penting perjalanan bangsa.

“Wajar jika ada yang menyebutnya sebagai sang legenda, karena beliau hadir dalam berbagai zaman,” tulis Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla juga mengungkapkan, Ginandjar pernah merangkap tiga jabatan strategis sekaligus, yakni Menteri Muda UP3DN, Kepala BKPM, dan Sekretaris Tim Pengendali Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Tak hanya itu, Ginandjar dikenal sebagai sosok yang banyak membantu pengusaha pribumi tanpa meminta imbalan.

“Banyak pengusaha pribumi yang pernah dibantu hingga sukses,” ujar Jusuf Kalla.

Buku ini dibagi dalam dua bagian utama, yakni perjalanan Ginandjar sebagai politikus dan teknokrat sejak bergabung dengan G-5 KOTI pasca-peristiwa G30S, hingga kiprahnya sebagai menteri di era Orde Baru dan reformasi. Selain itu, buku ini juga mengupas sisi kehidupan pribadinya.

Dari pihak keluarga, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap buku tersebut dapat menjadi referensi penting, khususnya bagi generasi muda.

“Buku ini diharapkan bisa menjadi sumber pembelajaran lintas generasi, dari perjalanan beliau sebagai pelajar, tentara, birokrat, hingga politisi,” ujar Agus.

Ia menambahkan, nilai-nilai pengabdian dan pemikiran Ginandjar diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

Dengan rekam jejak panjang lintas zaman dan kontribusinya dalam pembangunan nasional, sosok Ginandjar Kartasasmita dinilai sebagai salah satu tokoh penting yang meninggalkan warisan pemikiran strategis bagi Indonesia masa depan.