INDUSTRY.co.id - Tangerang, Menteri Ekonomi Kreatif mengapresiasi kolaborasi Layar Digi bersama minimarket dalam menghadirkan inovasi layar alternatif melalui micro cinema ke berbagai daerah. Inisiatif ini dinilai penting untuk memperluas akses distribusi film nasional sekaligus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Advertisement

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menghadiri peresmian Layar Digi Micro Cinema di Alfamart Agricola, kawasan Gading Serpong, Tangerang, Kamis (5/3).

“Hari ini, kita melihat sebuah terobosan baru. Kehadiran micro cinema seperti Layar Digi menjadi solusi untuk memperluas akses pasar dan distribusi film nasional. Momentum ini sangat tepat ketika produksi film meningkat dan minat masyarakat menonton film nasional semakin tinggi,” ujar Teuku Riefky.

Advertisement

Menurutnya, industri perfilman Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi produksi maupun minat penonton. Namun, distribusi film masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi.

“Kalau kita amati, produksi film Indonesia sudah sangat berkembang. Sekitar 176 film diproduksi setiap tahun dan jumlah penonton film nasional mencapai lebih dari 80 juta tahun lalu. Artinya, supply and demand sebenarnya sudah ada, yang menjadi persoalan justru distribusinya,” jelasnya.

Advertisement

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 20 persen kabupaten atau kota di Indonesia yang memiliki akses bioskop. Karena itu, inovasi model bioskop seperti Layar Digi dinilai memiliki potensi besar untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Layar Digi merupakan perusahaan yang menghadirkan konsep baru berupa micro cinema dengan memanfaatkan lantai dua pada gerai Alfamart menjadi bioskop mini. Dengan desain modern, kursi nyaman, serta teknologi layar dan suara berkualitas, inovasi ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan masyarakat.

Advertisement

Gerai Alfamart Agricola menjadi lokasi pilot project yang mulai bertransformasi sebagai ruang kebersamaan baru bagi masyarakat. Tempat ini diharapkan menjadi ruang berkumpul yang nyaman sekaligus platform interaksi untuk mendukung karya kreatif, khususnya film Indonesia.

Sementara itu, Komisaris Utama Layar Digi, Rahayu Saraswati, menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan micro cinema berangkat dari mimpi lama untuk membawa pengalaman menonton film hingga ke kota kecil dan desa.

“Konsep menghadirkan Layar Digi di desa atau kota-kota kecil sebenarnya sudah menjadi mimpi lama yang tertahan. Melalui Layar Digi, kami ingin menghadirkan akses menonton film yang lebih merata sekaligus mendukung para pembuat film agar karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain memperluas akses hiburan, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, membuka peluang lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir.

Ke depan, konsep micro cinema Layar Digi direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah di Indonesia dengan memanfaatkan lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi distribusi film sekaligus memperkuat posisi film Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri serta meningkatkan daya saing di pasar global.